Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat sistem respons insiden siber melalui optimalisasi fungsi LUMAJANGKAB-CSIRT (Computer Security Incident Response Team).
Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan 388 subdomain layanan pemerintahan di bawah domain lumajangkab.go.id seiring meningkatnya pemanfaatan layanan digital.
Kepala Bidang Infrastruktur TIK dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang Ricko Dharma Putra mengatakan bertambahnya layanan digital membawa konsekuensi meningkatnya kebutuhan pengawasan terhadap berbagai potensi ancaman keamanan informasi.
“Semakin banyak layanan digital yang dikelola pemerintah, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk memastikan seluruh sistem tetap aman. Karena itu, pengawasan tidak bisa hanya dilakukan ketika terjadi insiden, tetapi harus dimulai dari deteksi dini dan pemantauan secara berkelanjutan,” katanya, Jumat (31/7/2026).
Menurut Ricko, LUMAJANGKAB-CSIRT berperan sebagai pusat koordinasi penanganan insiden siber di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Tim tersebut menerima laporan insiden, melakukan analisis awal, menyusun rekomendasi teknis, mendampingi proses penanganan, hingga membantu pemulihan sistem yang terdampak.
Selain menangani insiden, tim tersebut melakukan pemantauan lalu lintas jaringan, asesmen keamanan informasi, serta penetration testing untuk mengidentifikasi kerentanan sistem sebelum dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ricko mengatakan efektivitas penanganan insiden siber tidak hanya bergantung pada CSIRT. Seluruh organisasi perangkat daerah, kata dia, memiliki peran sebagai garda terdepan dalam mengenali indikasi awal ancaman, melaksanakan prosedur pengamanan awal, serta melaporkan setiap dugaan insiden agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Kecepatan pelaporan menjadi faktor penting dalam penanganan insiden siber. Semakin cepat potensi gangguan diketahui, semakin besar peluang mencegah dampak yang lebih luas terhadap layanan pemerintahan,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan