Tiga Tahun Menatap Langit, Balai Desa Pandansari Masih Menunggu Genteng Pulang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 11 Agu 2026 18:45 WIB ·

Tiga Tahun Menatap Langit, Balai Desa Pandansari Masih Menunggu Genteng Pulang


 Tiga Tahun Menatap Langit, Balai Desa Pandansari Masih Menunggu Genteng Pulang Perbesar

Lumajang, – Ada pemandangan yang cukup unik sekaligus memprihatinkan di Desa Pandansari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Sebuah Kantor Pemerintah Desa Pandansari kini tidak lagi memiliki genteng secara utuh.

Jika biasanya warga datang ke balai desa untuk mengurus administrasi sambil berteduh, di tempat ini warga justru bisa mendapatkan bonus pemandangan langit.

Bagian atap bangunan aula tersebut tampak hanya menyisakan kayu. Kondisi lantainya juga mulai ditumbuhi rumput. Bangunan yang semestinya menjadi salah satu fasilitas pelayanan pemerintahan desa itu terlihat tidak terawat.

Ironisnya, di bagian pagar masih terpampang slogan “Ayo… Guyub Rukun Membangun Desa.”

Slogannya tetap mengajak membangun desa. Namun, bagian atap bangunannya justru masih menunggu untuk dibangun kembali.

Kondisi tersebut tentu menimbulkan tanda tanya mengenai pemeliharaan fasilitas pemerintahan desa dan keberlangsungan fungsi aula tersebut.

Rudi salah satu warga setempat mengatakan, ketika mengerus ke desa, dirinya megaku sering melihat bangunan yang sangat memperihatinkan itu.

“Kalau saya ngurus sesuatu, baik itu KTP dan kebutuhan lainnya, pasti melihat bangunanya dulu, ya masak desa gak punya anggaran. Kalau dilihat sih, kayak outdoor, bisa lihat langit langsung,” kata dia, Selasa (11/8/2026).

Camat Senduro, Sarjito, mengatakan kerusakan bangunan itu terjadi karena faktor usia dan cuaca. Menurut dia, kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar tiga tahun.

“Infonya, berawal sekitar 3 tahun lalu, beberapa genteng, plafon, dan kayu usuk pada atap balai desa ada yang jatuh atau rontok karena kondisi yang lembab dan rapuh,” katanya.

Karena kondisi tersebut dinilai berisiko bagi pengguna balai desa, pemerintah desa kemudian mengambil langkah untuk menurunkan sisa genteng yang masih ada.

“Karena dikhawatirkan akan berisiko terhadap pengguna balai desa, maka pemdes Pandansari berinisiatif untuk menurunkan sisa genteng yang ada,” ujarnya.

Sarjito mengatakan pemerintah desa sebelumnya menyebut keterbatasan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) menjadi salah satu kendala untuk melakukan rehabilitasi.

Sementara Dana Desa (DD), menurut dia, tidak dapat digunakan untuk merehabilitasi balai desa karena Desa Pandansari belum berstatus sebagai desa mandiri.

“Jadi anggaran DD tak boleh digunakan untuk rehab balai desa karena status Desa Pandansari belum menjadi desa mandiri. Karena itu, pemdes mengajukan BKK Provinsi,” jelasnya.

Rencana perbaikan sebenarnya sempat ditargetkan terealisasi pada 2026. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan. Penyebab tidak terealisasinya perbaikan tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut.

Kini pemerintah desa masih berupaya mengajukan kembali alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi untuk tahun 2027.

“Tapi ini pemdes Pandansari masih berupaya mengajukan lagi utk alokasi anggaran BKK Provinsi tahun 2027,” kata Sarjito.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TMMD ke-129 Ditutup di Lumajang, 840 Meter Jalan Rabat Beton dan 11 Program Warga Tuntas

13 Agustus 2026 - 13:51 WIB

DPMD Lumajang Belum Terima Laporan Terbaru Pemasangan CCTV, WiFi Dusun dan PJU

11 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Keluarga Pasien Meninggal di RSUD Haryoto: Setelah Meninggal Tak Ada Penjelasan dari Rumah Sakit

10 Agustus 2026 - 19:37 WIB

WFH Setiap Jumat Berlanjut di Lumajang, Pemkab Klaim Hemat Anggaran Rp464 Juta Sebulan

10 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Batuk Darah hingga Sesak, Keluarga Klaim Lima Kali Lapor Pasien tapi Disuruh Menunggu

10 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Pasien RSUD Haryoto Meninggal, Keluarga Klaim Laporan Batuk Darah Tak Segera Ditangani

10 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Trending di Daerah