Tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih telah selesai.
Namun, perjalanan 75 anggota Paskibraka Lumajang 2026 belum berakhir.
Selama kurang lebih 20 hari, mereka menjalani latihan intensif. Setelah itu, mereka menunaikan tugas dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kini, mereka membawa pulang pengalaman yang lebih berharga. Disiplin, tanggung jawab, kekompakan, kemandirian, dan ketangguhan menjadi bekal untuk menghadapi masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menghadiri malam kebersamaan bersama anggota Paskibraka di Halaman Belakang Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Senin (17/8/2026) malam.
20 Hari Berlatih, Tugas Merah Putih Dituntaskan
Malam ramah tamah menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Lumajang kepada anggota Paskibraka.
Sebelumnya, para pelajar menjalani latihan intensif selama kurang lebih 20 hari. Mereka kemudian menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera dengan penuh tanggung jawab.
Karena itu, malam kebersamaan tersebut menjadi momen untuk melepas ketegangan setelah menjalani rangkaian latihan dan tugas.
Bunda Indah hadir bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, pembina, dan para orang tua.
Suasana berlangsung hangat. Para anggota Paskibraka bernyanyi bersama dan menikmati hiburan.
Selain itu, mereka juga merayakan keberhasilan menyelesaikan amanah yang telah mereka persiapkan selama berhari-hari.
Bunda Indah menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh anggota Paskibraka.
“Terima kasih atas usaha dan kerja keras kalian, mulai dari pengibaran hingga penurunan bendera. Kalian telah menjalani latihan kurang lebih 20 hari nonstop dan melaksanakan tugas dengan sangat sempurna,” ujar Bunda Indah.
Bunda Indah: Setelah Ini, Tugas Kalian Masih Panjang
Menurut Bunda Indah, keberhasilan menjalankan tugas Paskibraka bukanlah akhir perjalanan.
Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi awal bagi generasi muda untuk terus berkembang dan meraih prestasi.
“Setelah ini tugas kalian masih cukup banyak sebagai generasi muda. Masih ada hal yang harus kalian capai dan ada hal yang harus kalian pertahankan, yaitu nama baik bangsa dan Kabupaten Lumajang,” tuturnya.
Selain kemampuan menjalankan prosesi upacara, proses Paskibraka memberikan banyak pelajaran.
Para anggota belajar disiplin dan ketekunan. Mereka juga belajar bekerja dalam tim serta menjaga kepercayaan.
Karena itu, Bunda Indah berharap nilai tersebut terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadilah anak muda yang unggul, tangguh dan berakhlak,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma turut menyampaikan kebanggaannya.
“Adik-adik luar biasa dan sungguh membanggakan. Kalian telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, semangat dan kegigihan,” ungkap Mas Yudha.
Menurutnya, proses latihan telah membentuk karakter yang penting bagi masa depan.
“Dari proses yang telah dilalui, telah terbentuk karakter yang disiplin dan mandiri. Adik-adik adalah penerus bangsa. Semoga selalu diberikan kemudahan dalam menggapai cita-cita,” lanjutnya.
Dari Lapangan Upacara, Lanjutkan Perjuangan di Kehidupan Nyata
Nilai yang diperoleh selama menjadi Paskibraka tetap relevan setelah tugas selesai.
Di sekolah, misalnya, disiplin dapat membantu mereka mengatur waktu dan menyelesaikan tanggung jawab.
Di keluarga, mereka dapat menerapkan sikap mandiri dan bertanggung jawab.
Sementara itu, di lingkungan masyarakat, mereka dapat menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong.
Dengan demikian, pengalaman Paskibraka tidak berhenti di lapangan upacara.
Pembentukan karakter juga membutuhkan dukungan banyak pihak. Pemerintah daerah, pembina, dan orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi generasi muda.
Karena itu, keberhasilan Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan menjalankan tugas kenegaraan.
Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi proses untuk membentuk anak muda yang berprestasi, berintegritas, disiplin, dan peduli terhadap sesama.
Pada akhirnya, malam ramah tamah menjadi penutup perjalanan Paskibraka Lumajang dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Namun, perjalanan mereka sebagai generasi penerus baru saja dimulai.
Mereka datang sebagai pelajar yang berlatih mengibarkan Merah Putih. Mereka pulang membawa disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk meraih masa depan.
Tinggalkan Balasan