Paskibraka Lumajang 2026: Pengalaman dan Penghargaan

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 19 Agu 2026 09:50 WIB ·

Tugas Selesai, Perjuangan Belum Berakhir: Paskibraka Lumajang Bawa Bekal untuk Masa Depan


 Tugas Selesai, Perjuangan Belum Berakhir: Paskibraka Lumajang Bawa Bekal untuk Masa Depan Perbesar

Tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih telah selesai.

Namun, perjalanan 75 anggota Paskibraka Lumajang 2026 belum berakhir.

Selama kurang lebih 20 hari, mereka menjalani latihan intensif. Setelah itu, mereka menunaikan tugas dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kini, mereka membawa pulang pengalaman yang lebih berharga. Disiplin, tanggung jawab, kekompakan, kemandirian, dan ketangguhan menjadi bekal untuk menghadapi masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menghadiri malam kebersamaan bersama anggota Paskibraka di Halaman Belakang Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Senin (17/8/2026) malam.

20 Hari Berlatih, Tugas Merah Putih Dituntaskan

Malam ramah tamah menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Lumajang kepada anggota Paskibraka.

Sebelumnya, para pelajar menjalani latihan intensif selama kurang lebih 20 hari. Mereka kemudian menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera dengan penuh tanggung jawab.

Karena itu, malam kebersamaan tersebut menjadi momen untuk melepas ketegangan setelah menjalani rangkaian latihan dan tugas.

Bunda Indah hadir bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, pembina, dan para orang tua.

Suasana berlangsung hangat. Para anggota Paskibraka bernyanyi bersama dan menikmati hiburan.

Selain itu, mereka juga merayakan keberhasilan menyelesaikan amanah yang telah mereka persiapkan selama berhari-hari.

Bunda Indah menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh anggota Paskibraka.

“Terima kasih atas usaha dan kerja keras kalian, mulai dari pengibaran hingga penurunan bendera. Kalian telah menjalani latihan kurang lebih 20 hari nonstop dan melaksanakan tugas dengan sangat sempurna,” ujar Bunda Indah.

Bunda Indah: Setelah Ini, Tugas Kalian Masih Panjang

Menurut Bunda Indah, keberhasilan menjalankan tugas Paskibraka bukanlah akhir perjalanan.

Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi awal bagi generasi muda untuk terus berkembang dan meraih prestasi.

“Setelah ini tugas kalian masih cukup banyak sebagai generasi muda. Masih ada hal yang harus kalian capai dan ada hal yang harus kalian pertahankan, yaitu nama baik bangsa dan Kabupaten Lumajang,” tuturnya.

Selain kemampuan menjalankan prosesi upacara, proses Paskibraka memberikan banyak pelajaran.

Para anggota belajar disiplin dan ketekunan. Mereka juga belajar bekerja dalam tim serta menjaga kepercayaan.

Karena itu, Bunda Indah berharap nilai tersebut terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadilah anak muda yang unggul, tangguh dan berakhlak,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma turut menyampaikan kebanggaannya.

“Adik-adik luar biasa dan sungguh membanggakan. Kalian telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, semangat dan kegigihan,” ungkap Mas Yudha.

Menurutnya, proses latihan telah membentuk karakter yang penting bagi masa depan.

“Dari proses yang telah dilalui, telah terbentuk karakter yang disiplin dan mandiri. Adik-adik adalah penerus bangsa. Semoga selalu diberikan kemudahan dalam menggapai cita-cita,” lanjutnya.

Dari Lapangan Upacara, Lanjutkan Perjuangan di Kehidupan Nyata

Nilai yang diperoleh selama menjadi Paskibraka tetap relevan setelah tugas selesai.

Di sekolah, misalnya, disiplin dapat membantu mereka mengatur waktu dan menyelesaikan tanggung jawab.

Di keluarga, mereka dapat menerapkan sikap mandiri dan bertanggung jawab.

Sementara itu, di lingkungan masyarakat, mereka dapat menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong.

Dengan demikian, pengalaman Paskibraka tidak berhenti di lapangan upacara.

Pembentukan karakter juga membutuhkan dukungan banyak pihak. Pemerintah daerah, pembina, dan orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi generasi muda.

Karena itu, keberhasilan Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan menjalankan tugas kenegaraan.

Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi proses untuk membentuk anak muda yang berprestasi, berintegritas, disiplin, dan peduli terhadap sesama.

Pada akhirnya, malam ramah tamah menjadi penutup perjalanan Paskibraka Lumajang dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Namun, perjalanan mereka sebagai generasi penerus baru saja dimulai.

Mereka datang sebagai pelajar yang berlatih mengibarkan Merah Putih. Mereka pulang membawa disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk meraih masa depan.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

Trending di Daerah