Tempursari Lumajang: Keindahan Alam Tersembunyi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 19 Mei 2025 13:51 WIB ·

Tempursari Lumajang: Amazon dari Timur Jawa yang Masih Perawan


 Tempursari Lumajang: Amazon dari Timur Jawa yang Masih Perawan Perbesar

Lumajang – Di bagian selatan Kabupaten Lumajang, tersembunyi sebuah kawasan yang disebut sebagai Amazon dari Timur Jawa. Kawasan ini terletak di Kecamatan Tempursari dan menawarkan panorama luar biasa: sungai jernih, pepohonan tropis yang rimbun, dan suasana sunyi yang jauh dari bising kota.

Ketika menyusuri aliran sungainya, pengunjung akan melewati lorong hijau alami dari pepohonan yang saling bertaut. Cahaya matahari menyusup di sela daun dan memantul di air, menciptakan kesan sinematik yang sulit dilupakan.

Perpaduan Petualangan dan Kedamaian

Selain memberikan ketenangan, Tempursari juga menyuguhkan nuansa petualangan. Beberapa jalur air memungkinkan pengunjung naik perahu kecil menyusuri sungai. Arusnya yang tenang menjadikan aktivitas ini cocok untuk semua usia.

Sesekali, burung elang tampak terbang melintasi langit, memberikan kesan eksotis dan alami. Muhammad Luqman, konten kreator asal Lumajang, bahkan menyebut kawasan ini sebagai “surganya footage alami.” Menurutnya, hampir seluruh sudut Tempursari sudah seperti adegan film dokumenter tanpa perlu diedit.

Harmoni Warga dan Alam

Keasrian alam ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat lokal. Warga Tempursari menjaga lingkungannya seperti menjaga rumah sendiri. Mereka percaya bahwa sungai, laut, dan hutan adalah warisan leluhur yang harus terus dirawat demi anak cucu kelak.

Sore hari di Tempursari menghadirkan langit yang dramatis. Gradasi senja—oranye, merah muda, hingga ungu—berpadu indah dengan bayangan pepohonan yang jatuh di permukaan air. Ketika malam tiba, ribuan bintang muncul karena rendahnya polusi cahaya.

Tempat untuk Hadir dan Merasa Utuh

Berwisata ke Tempursari bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual. Di sini, sinyal telepon nyaris tak ada, tetapi itulah justru kelebihannya. Pengunjung benar-benar hadir dan terhubung dengan alam.

Pulang dari sini, setiap orang membawa satu hal yang sama: kerinduan untuk kembali. Karena Tempursari tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh jiwa.

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BK DPRD Jember Tunggu Laporan Resmi Dugaan Pelanggaran Etik Anggota Dewan

13 Mei 2026 - 14:50 WIB

Kisah Duka di Pantai Dampar: Sulianto Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Dilaporkan Hilang

13 Mei 2026 - 10:31 WIB

Main Game dan Merokok Saat Bahas Layanan Kesehatan, Etika Anggota DPRD Jember Dipertanyakan

13 Mei 2026 - 09:55 WIB

PDIP Ingatkan Pentingnya Solidaritas Warga di Tengah Arus Informasi Digital

13 Mei 2026 - 09:04 WIB

Bupati Lumajang Ganti Lampu Jalan Rusak di Jatiroto Meski Bukan Aset Pemkab

12 Mei 2026 - 13:22 WIB

Bupati Lumajang Instruksikan Penggantian Lampu Jalan di Jalur Provinsi dan Nasional

11 Mei 2026 - 08:02 WIB

Trending di Daerah