Tempursari Lumajang: Keindahan Alam Tersembunyi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 19 Mei 2025 13:51 WIB ·

Tempursari Lumajang: Amazon dari Timur Jawa yang Masih Perawan


 Tempursari Lumajang: Amazon dari Timur Jawa yang Masih Perawan Perbesar

Lumajang – Di bagian selatan Kabupaten Lumajang, tersembunyi sebuah kawasan yang disebut sebagai Amazon dari Timur Jawa. Kawasan ini terletak di Kecamatan Tempursari dan menawarkan panorama luar biasa: sungai jernih, pepohonan tropis yang rimbun, dan suasana sunyi yang jauh dari bising kota.

Ketika menyusuri aliran sungainya, pengunjung akan melewati lorong hijau alami dari pepohonan yang saling bertaut. Cahaya matahari menyusup di sela daun dan memantul di air, menciptakan kesan sinematik yang sulit dilupakan.

Perpaduan Petualangan dan Kedamaian

Selain memberikan ketenangan, Tempursari juga menyuguhkan nuansa petualangan. Beberapa jalur air memungkinkan pengunjung naik perahu kecil menyusuri sungai. Arusnya yang tenang menjadikan aktivitas ini cocok untuk semua usia.

Sesekali, burung elang tampak terbang melintasi langit, memberikan kesan eksotis dan alami. Muhammad Luqman, konten kreator asal Lumajang, bahkan menyebut kawasan ini sebagai “surganya footage alami.” Menurutnya, hampir seluruh sudut Tempursari sudah seperti adegan film dokumenter tanpa perlu diedit.

Harmoni Warga dan Alam

Keasrian alam ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat lokal. Warga Tempursari menjaga lingkungannya seperti menjaga rumah sendiri. Mereka percaya bahwa sungai, laut, dan hutan adalah warisan leluhur yang harus terus dirawat demi anak cucu kelak.

Sore hari di Tempursari menghadirkan langit yang dramatis. Gradasi senja—oranye, merah muda, hingga ungu—berpadu indah dengan bayangan pepohonan yang jatuh di permukaan air. Ketika malam tiba, ribuan bintang muncul karena rendahnya polusi cahaya.

Tempat untuk Hadir dan Merasa Utuh

Berwisata ke Tempursari bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual. Di sini, sinyal telepon nyaris tak ada, tetapi itulah justru kelebihannya. Pengunjung benar-benar hadir dan terhubung dengan alam.

Pulang dari sini, setiap orang membawa satu hal yang sama: kerinduan untuk kembali. Karena Tempursari tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh jiwa.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan, Warga Bisa Dapat Sertifikasi Resmi

5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Tekan Kebocoran, Pajak Pasir Lumajang Kini Dibayar Langsung Lewat Bank

5 Februari 2026 - 14:32 WIB

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Trending di Daerah