Warga Dusun Kalibanter Mengeluhkan Banjir Berulang Sejak Peralihan Lahan HGU Jadi Kebun Tebu - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 3 Jun 2025 16:30 WIB ·

Warga Dusun Kalibanter Mengeluhkan Banjir Berulang Sejak Peralihan Lahan HGU Jadi Kebun Tebu


 Warga Dusun Kalibanter Mengeluhkan Banjir Berulang Sejak Peralihan Lahan HGU Jadi Kebun Tebu Perbesar

Lumajang, – Perubahan fungsi lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Kalijeruk menjadi kebun tebu memivu kekhawatiran warga Dusun Kalibanter, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang.

Sejak 400 hektare lahan dialihkan dari ranaman keras seperti kakao, kopi, dan kelapa muda di tanami tebu, warga mulai merasakan dampak negatif berupa banjir yang semakin sering terjadi terutama saat musim hujan.

Izin HGU yang berlaku selama 25 tahun sejak 2019 hingga 2043 memungkinkan perusahaan mengelola lahan seluas hampir 1.197.97 hektare.

Direktur PT Kalijeruk Mayo Walla mengatakan, penanaman tebu termasuk dalam kategori tanaman perkebunan yang diizinkan, sehingga tidak melanggar aturan.

“Penanaman tebu termasuk dalam kategori tanaman perkebunan yang diizinkan, sehingga tidak melanggar aturan,” Direktur PT Kalijeruk Mayo Walla, Selasa (3/6/25).

Salah satu yang paling krusial adalah potensi risiko banjir akibat pengelolaan lahan tebu. Direktur PT Kalijeruk Mayo Walla meyakinkan bahwa tebu memiliki kemampuan menyerap air dan bahwa teknik terasiring sudah diterapkan untuk mencegah banjir.

Namun, tebu dikenal memiliki daya serap air yang rendah, terutama saat musim panen ketika lahan gundul, sehingga berpotensi memperparah risiko banjir di daerah hilir. “Sejauh rekodnya tebu sangat aman,” katanya singkat.

Warga setempat, Toher, mengungkapkan bahwa banjir mulai melanda wilayah mereka sejak lahan beralih fungsi menjadi kebun tebu.

“Sebelum ada kebun tebu, kami tidak pernah mengalami banjir. Tapi sekarang, terutama saat musim hujan, banjir sering datang dan merusak rumah serta lahan pertanian kami,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kekeringan Belum Berakhir, Lumajang Perpanjang Tanggap Darurat hingga 11 Desember

13 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Bupati Lumajang Sebut Belum Ada Petunjuk PPPK Paruh Waktu Diangkat Menjadi PNS

13 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Saat Sumur Mengering, Warga Lumajang Terpaksa Membeli Air Rp 160 Ribu

11 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Karnaval Kandangtepus Lumajang Sajikan Tarian Tradisional dari Sabang hingga Merauke

10 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Bupati Sebut Bonus Asian Games, Emas Rp50 Juta dan Perunggu Rp30 Juta

9 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Peringati HUT ke-54, Desa Jatigono Lumajang Gelar Pawai dan Grebeg Gunungan

9 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Trending di Daerah