Tari Topeng Kaliwungu Lumajang: Budaya yang Hidup - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 1 Jul 2025 16:04 WIB ·

Tari Topeng Kaliwungu Tampil Kolosal, 500 Pelajar Lumajang Guncang Panggung Budaya Nusantara


 Tari Topeng Kaliwungu Tampil Kolosal, 500 Pelajar Lumajang Guncang Panggung Budaya Nusantara Perbesar

Pantai Watu Pecak, Lumajang, berubah jadi panggung megah budaya pada Minggu, 29 Juni 2025. Sebanyak 500 pelajar SMP dan SMA menari bersama dalam pertunjukan kolosal Tari Topeng Kaliwungu, menarik ribuan warga untuk menyaksikan langsung.

Tarian tradisional ini tampil memukau di atas pasir hitam pantai. Para pelajar menari dengan semangat tinggi, membuktikan bahwa budaya warisan leluhur masih hidup di hati generasi muda.

Topeng yang mereka kenakan bukan sekadar properti. Di balik ukiran kayu itu, tersimpan nilai-nilai karakter, keberanian, dan kecintaan pada budaya sendiri.

Tari Topeng tampil bersamaan dengan Jaran Kencak, kesenian tradisional khas Lumajang lainnya. Empat kuda hias ikut beratraksi, menyemarakkan suasana yang sudah penuh energi budaya.

Tahun ini, pertunjukan mengusung tema kebangkitan. Maknanya jelas: Topeng Kaliwungu bangkit dari keterpinggiran menuju panggung nasional. Penampilan ini bukan nostalgia, tapi perayaan eksistensi yang terus tumbuh.

Aura semangat tampak jelas di wajah para penari. Gerakan mereka menyiratkan tekad menjaga budaya agar tak lekang oleh zaman.

Lita, salah satu penonton, mengaku bangga. “Bagus sekali. Ini bukan cuma tontonan, tapi juga pengingat bahwa kita punya budaya luar biasa,” ucapnya sambil merekam lewat ponselnya.

Sasa, penari pelajar, menceritakan tantangan menari di atas pasir. “Latihannya sekitar empat kali selama sebulan. Beratnya di pasir, tapi senang banget bisa tampil,” katanya sambil tersenyum.

Zuniar, penari lainnya, merasa bangga ikut melestarikan budaya. “Kita jadi tahu budaya kita keren. Kita yang harus teruskan, bukan orang lain,” ujarnya penuh semangat.

Antusiasme warga pun tinggi. Banyak yang mengabadikan momen ini dan membagikannya di media sosial, menyebarkan kebanggaan atas budaya Lumajang ke luar daerah.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), turut hadir. Ia menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Segoro Topeng Kaliwungu, yang kini masuk dalam 110 Kharisma Event Nusantara Kemenparekraf.

“Ini upaya kami mengangkat budaya lokal. Kami ingin dunia tahu bahwa Lumajang punya potensi besar,” ujar Bunda Indah.

Ia juga menekankan pentingnya generasi muda dalam menjaga budaya daerah. “Terima kasih anak-anakku. Mari kita rawat warisan ini. Kalian pewaris sejarah yang luar biasa,” ungkapnya haru.

Bunda Indah berharap dukungan terus mengalir, termasuk dari investor, untuk membangun fasilitas wisata yang lebih baik.

“Lumajang punya alam yang indah dan budaya yang kuat. Jika dua kekuatan ini dikelola baik, kita bisa jadi destinasi unggulan nasional dan internasional,” tambahnya yakin.

Sore itu, saat matahari tenggelam di Watu Pecak, semangat ratusan penari masih menyala. Mereka telah menanam benih kebanggaan. Suatu hari nanti, benih itu akan tumbuh menjadi pohon kuat bernama identitas bangsa.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah