PCNU Lumajang Ikuti Fatwa Ulama Terkait Sound Horeg: "Kalau Mengganggu, Harus Diatur" - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 14 Jul 2025 15:24 WIB ·

PCNU Lumajang Ikuti Fatwa Ulama Terkait Sound Horeg: “Kalau Mengganggu, Harus Diatur”


 PCNU Lumajang Ikuti Fatwa Ulama Terkait Sound Horeg: “Kalau Mengganggu, Harus Diatur” Perbesar

Lumajang, – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang, Muhammad Darwis atau yang akrab disapa Gus Darwis, menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengacu pada keputusan para ulama dalam menyikapi maraknya penggunaan sound system berdaya tinggi atau sound horeg dalam kegiatan masyarakat.

Meski sempat masuk dalam daftar pembahasan Bahtsul Masail, isu sound horeg belum sempat dibahas secara tuntas dalam forum tersebut. Menurut Gus Darwis, keterbatasan waktu dan padatnya agenda menjadi alasan utama.

“Ya, sebenarnya sempat kami jadikan salah satu isu di Bahtsul Masail, hanya karena waktunya yang tidak nutut akhirnya tidak sempat membahas itu,” ujarnya saat ditemui, Senin (14/7/25).

Baca juga: Fatwa MUI Tidak Larang Total Sound Horeg, Bupati Lumajang: Yang Penting Tidak Ganggu Lingkungan

Meskipun begitu, PCNU Lumajang tetap menunjukkan komitmennya terhadap nilai-nilai ketertiban dan kenyamanan bersama.

Gus Darwis menyampaikan bahwa pihaknya mendukung sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah mengeluarkan fatwa mengenai penggunaan sound horeg.

“Kalau ditanya bagaimana sikap PCNU, tentu kami mengikuti keputusan para ulama, terutama Majelis Ulama Indonesia. Prinsipnya, sepanjang tidak mengganggu, ya monggo. Tapi kalau mengganggu, harus ada kebijakan dari pihak yang berwenang,” tegasnya.

Gus Darwis juga menekankan pentingnya penataan melalui regulasi teknis yang jelas, agar tidak menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah menyusun aturan berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) atau pedoman teknis lainnya.

“Mungkin nanti perlu ada aturannya, ada SOP-nya, ada standarnya, agar semua pihak merasa nyaman,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Lumajang Indah Amperawati juga menyatakan dukungannya terhadap fatwa MUI soal sound horeg. Ia menyebut penggunaan pengeras suara berdaya tinggi masih diperbolehkan sepanjang memenuhi syarat-syarat tertentu agar tidak mengganggu ketertiban umum.

“Saya mengikuti fatwa ini karena ini adalah kewenangan MUI. Saya sebagai kepala daerah tentu menghormati dan mengikuti. Setelah saya pelajari, fatwa MUI tidak melarang secara total, tapi membolehkan dengan catatan,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu, Minggu (13/7/25).

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah