PKH Lumajang: Pentingnya Transparansi Data - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 9 Agu 2025 10:15 WIB ·

Bupati Lumajang: Data yang Jujur, Kunci Keadilan dalam Bantuan Sosial


 Bupati Lumajang: Data yang Jujur, Kunci Keadilan dalam Bantuan Sosial Perbesar

Lumajang – Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan pentingnya menjaga amanah dalam penyaluran bantuan sosial, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam Apel Pagi di Kecamatan Senduro, Rabu (6/8/2025), ia memperingatkan seluruh aparatur desa untuk menghindari penyalahgunaan data demi kepentingan politik atau transaksional.

“Bantuan sosial itu bukan sekadar angka dalam APBD atau APBN. Itu adalah harapan hidup rakyat yang hidup dalam keterbatasan. Jangan main-main dengan amanah seperti ini,” tegasnya.


Data Akurat, Pondasi Keadilan Sosial

Bunda Indah menilai, permasalahan utama dalam distribusi bansos adalah data penerima manfaat yang tidak akurat. Menurutnya, data yang keliru atau dimanipulasi akan menghancurkan kepercayaan publik dan memperparah ketimpangan.

“Kalau ada yang tidak berhak tapi masih menerima, sementara yang benar-benar miskin tidak tersentuh, maka kita sedang menciptakan ketidakadilan dari dalam,” ujarnya.

Ia meminta perangkat desa melakukan validasi dan verifikasi ulang secara rutin, serta melibatkan masyarakat dalam pengawasan.


Integritas di Atas Segalanya

Bupati menekankan bahwa aparatur desa harus memiliki keberanian moral untuk bersikap jujur, meskipun dihadapkan pada tekanan atau hubungan kekeluargaan.

“Kita ini pelayan masyarakat, bukan penentu nasib berdasarkan kedekatan. Tidak boleh ada ‘asal kenal’ lalu dimasukkan dalam daftar penerima. Kita harus tegak lurus pada keadilan,” katanya.


Bansos sebagai Wajah Kehadiran Negara

Menurutnya, bantuan sosial adalah simbol hadirnya negara bagi rakyat kecil. Penyaluran yang adil akan memperkuat kepercayaan masyarakat, sedangkan penyimpangan justru membuat rakyat merasa ditinggalkan.

“Bagi banyak warga, PKH bukan hanya uang. Itu bisa jadi satu-satunya tumpuan mereka bertahan hidup. Salah menyalurkan berarti kita menyakiti yang paling lemah,” jelasnya.


Dorong Pengawasan Transparan dan Digital

Bunda Indah mendorong sinergi antara pemerintah desa, Dinas Sosial, dan masyarakat sipil untuk memperkuat pengawasan. Ia membuka saluran pengaduan terbuka bagi masyarakat jika ada kesalahan sasaran, dan mengajak memanfaatkan teknologi untuk monitoring.

“Kalau bisa pakai aplikasi, pakai. Kalau masih manual, jangan ditutup-tutupi. Kita harus punya sistem yang memungkinkan rakyat ikut awasi,” ucapnya.

Ia juga mengusulkan pembentukan forum warga di setiap desa untuk menilai akurasi data penerima bansos secara berkala.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Dorong Solusi Aset Tak Terpakai Lewat Raperda Baru

6 Mei 2026 - 10:39 WIB

Optimalisasi Aset Daerah, DPRD Lumajang Targetkan PAD Meningkat

6 Mei 2026 - 10:31 WIB

PDI Perjuangan: Raperda GAKI Penting untuk Masa Depan Generasi Lumajang

6 Mei 2026 - 09:07 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perda GAKI, 40 Desa Mandiri Garam Jadi Dasar Penguatan

6 Mei 2026 - 08:34 WIB

Ratih Damayanti, Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Keagamaan

5 Mei 2026 - 21:01 WIB

Bupati Lumajang Dorong Peran Organisasi Keagamaan Perkuat Ekonomi dan Sosial Umat

5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Trending di Daerah