Setelah Peresmian Listrik, Warga Tunggu ‘Peresmian’ Aspal Jalan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 18 Agu 2025 11:34 WIB ·

Setelah Peresmian Listrik, Warga Tunggu ‘Peresmian’ Aspal Jalan


 Setelah Peresmian Listrik, Warga Tunggu ‘Peresmian’ Aspal Jalan Perbesar

Jember, – Terang kini hadir di Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo. Setelah bertahun-tahun hidup tanpa aliran listrik yang stabil, warga akhirnya bisa menikmati penerangan berkat peresmian jaringan listrik baru oleh Bupati Jember Muhammad Fawait pada Sabtu (16/8/2025) malam.

Namun euforia itu tak berlangsung lama. Saat rombongan Bupati dan pejabat daerah hendak kembali pulang, sejumlah mobil dinas justru terjebak di tanjakan ekstrem Jalan Bandealit.

Mobil-mobil gagal menanjak karena jalan licin dan gembur. Ban berputar di tempat, dan kendaraan harus ditarik secara manual oleh warga dan sesama penumpang.

Baca juga: Dari Limbah Jadi Berkah, Cerita Ibu-Ibu Lumajang Mengolah Pelepah Pisang Jadi Kertas Bernilai Jual

“Iya, kami sempat terjebak beberapa jam. Kondisi jalan sangat gembur, apalagi di tanjakan dekat pabrik. Mayoritas mobil dinas tak sanggup naik,” ujar David Handoko Seto, anggota Komisi C DPRD Jember yang ikut dalam rombongan.

Peristiwa mobil bupati yang terjebak justru menjadi simbol ironi pembangunan. Satu sisi, warga disambut cahaya listrik yang telah lama dinanti.

Baca juga: Mulai 2026, Warga Kota Malang dengan PBB di Bawah Rp30 Ribu Dibebaskan Bayar Pajak

Di sisi lain, akses ke desa tersebut masih gelap bukan karena lampu, tapi karena jalan yang tak kunjung diaspal.

Warga menyambut baik kehadiran listrik. Namun mereka juga menyuarakan keprihatinan, bagaimana mungkin pembangunan hadir setengah-setengah? Untuk keluar masuk desa saja masih harus berjibaku dengan tanjakan ekstrem dan jalan tanah yang tak pernah ramah saat hujan turun.

“Kami bersyukur listrik masuk, tapi tolong jalan ini juga diperhatikan. Sudah lama jadi keluhan,” ujar Sarman (47), warga setempat.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan, Warga Bisa Dapat Sertifikasi Resmi

5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Tekan Kebocoran, Pajak Pasir Lumajang Kini Dibayar Langsung Lewat Bank

5 Februari 2026 - 14:32 WIB

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Trending di Daerah