Ponpes Asy-Syarifiy Evaluasi Prosedur Keamanan Pasca Insiden Santri Minum HCL - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 5 Okt 2025 11:14 WIB ·

Ponpes Asy-Syarifiy Evaluasi Prosedur Keamanan Pasca Insiden Santri Minum HCL


 Ponpes Asy-Syarifiy Evaluasi Prosedur Keamanan Pasca Insiden Santri Minum HCL Perbesar

Lumajang, – Pasca insiden meminum larutan Hydrochloric Acid (HCL) yang melibatkan tiga santri, Pondok Pesantren (Ponpes) Asy-Syarifiy 01 di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, menyatakan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan bahan kimia dan pengawasan santri di lingkungan pondok.

Dewan Pembina Ponpes, Ahmad Syaifuddin Amin, menegaskan tidak ada unsur kelalaian dalam insiden tersebut. Cairan HCL yang digunakan oleh pelaku untuk menjahili teman-temannya disebut telah disimpan rapi di gudang tertutup dan jauh dari jangkauan santri umum.

“Kami ingin tegaskan bahwa HCL itu bukan diletakkan sembarangan. Itu disimpan dengan aman di gudang, karena digunakan untuk praktikum SMK. Namun, pelaku dengan sengaja mengambil cairan tersebut saat waktu kosong subuh,” kata Amin, Minggu (5/10/2025).

Baca juga: Strategi Pion dan Keheningan Danau, Turnamen Catur Lumajang Sajikan Dua Dunia Sekaligus

Peristiwa yang terjadi pada 10 Juli 2025 itu membuat tiga santri bernama Dewangga, Azril, dan Rama harus dilarikan ke rumah sakit. Korban Dewangga mengalami kondisi paling parah dengan keluhan penyumbatan saluran pencernaan akibat cairan berbahaya yang ditelan.

Ahmad Syaifuddin menjelaskan bahwa pelaku, seorang santri berinisial A, diduga mengambil larutan HCL secara diam-diam, lalu menuangkannya ke dalam botol bekas minuman bersoda. Botol tersebut kemudian diberikan kepada korban.

Baca juga: Partai Demokrat Surabaya Terpuruk di Pileg 2024, DPD Jatim Gelar Pendidikan Politik untuk Bangkit

“Air HCL itu dimasukkan ke botol soda bekas alumni. Sifatnya iseng, tapi sangat berbahaya. Kami sangat prihatin dan ini jadi pelajaran penting bagi kami semua,” tambahnya.

Pascakejadian, pihak pondok menyatakan telah memperketat pengawasan, termasuk memperkuat sistem keamanan di area-area yang menyimpan bahan kimia dan peralatan praktikum. Santri juga akan diberikan edukasi tambahan mengenai bahaya bahan kimia dan pentingnya menjaga keamanan lingkungan pendidikan.

“Kami juga akan adakan sosialisasi berkala, tidak hanya kepada santri tingkat SMK tapi juga kepada santri tingkat bawah, agar mereka tahu mana yang berbahaya dan tidak boleh diakses sembarangan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan, Warga Bisa Dapat Sertifikasi Resmi

5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Tekan Kebocoran, Pajak Pasir Lumajang Kini Dibayar Langsung Lewat Bank

5 Februari 2026 - 14:32 WIB

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Trending di Daerah