Temuan Hidrogen Peroksida di Lokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Picu Kekhawatiran Warga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 17 Nov 2025 16:00 WIB ·

Temuan Hidrogen Peroksida di Lokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Picu Kekhawatiran Warga


 Temuan Hidrogen Peroksida di Lokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Picu Kekhawatiran Warga Perbesar

Lumajang, – Warga Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, mulai khawatir setelah ditemukannya jeriken berisi Hidrogen Peroksida di lokasi usaha pengolahan limbah tambang emas yang beroperasi di tengah permukiman padat.

Bahan kimia tersebut dikenal memiliki sifat oksidator kuat dan berpotensi membahayakan kesehatan maupun lingkungan apabila tidak dikelola dengan benar.

Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah memeriksa kondisi area pengolahan. Di lokasi terlihat tumpukan lebih dari seratus karung berisi lumpur limbah tambang emas yang belum diolah, serta kubangan lumpur seluas sekitar enam meter persegi dengan kedalaman 30 sentimeter.

Baca juga: Pengelolahan Tambang Emas di Lumajang Tak Kantongi Izin

Aktivitas dua pekerja yang memasukkan lumpur olahan ke dalam karung-karung menambah kekhawatiran soal tata kelola limbah yang dinilai tidak memadai.

Perangkat Desa Pasirian, Heru Purnomo, mengonfirmasi bahwa warga telah melaporkan aktivitas usaha tersebut. Menurutnya, temuan bahan kimia seperti Hidrogen Peroksida di tengah permukiman menjadi salah satu sumber keresahan, mengingat usaha itu juga tidak memiliki izin operasional.

“Ada keluhan warga terkait pengolahan limbah tambang, limbahnya dibuang ke sungai. Ada usahanya, menurut pemilik tidak berdampak negatif, dia juga mengaku tidak punya izin,” ujar Heru saat berada di lokasi, Senin (17/11/2025).

Baca juga: Limbah Tambang Emas Resahkan Warga Pasirian Lumajang

Hidrogen Peroksida yang biasanya digunakan dalam proses pengolahan emas dapat menimbulkan risiko seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan, hingga potensi bahaya jika mencemari sumber air.

Apalagi lokasi usaha berada sangat dekat dengan rumah warga dan sungai yang masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Satrio (26), pemilik usaha, membantah bahwa penggunaan bahan kimia tersebut membahayakan lingkungan. Ia mengklaim bahwa metode pengolahan yang digunakan lebih ramah lingkungan dan air olahan tidak dibuang ke sungai.

“Cara kerjanya pakai pengganti potas yang lebih ramah lingkungan. Airnya masuk lagi, tidak dibuang ke sungai,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa limbah lumpur yang dihasilkan tidak dibuang sembarangan dan kadang dimanfaatkan warga untuk menguruk rumah.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Pemuda Pancasila Lumajang Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus DPC Madas

23 Mei 2026 - 16:02 WIB

Surat DLH Dibantah Bupati, Koordinasi Pemkab Lumajang Dipertanyakan

23 Mei 2026 - 09:44 WIB

Baru Masa Tanam, Sawah di Lumajang Keburu Diterjang Banjir

21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Lumajang Patroli Cek Pemasangan CCTV dan PJU di Sukodono

20 Mei 2026 - 01:13 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Biting, Penanganan Dimulai Awal Juni

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Pemerintahan, Inspektorat Disebut Jadi Pisau Pengawasan

18 Mei 2026 - 12:52 WIB

Trending di Daerah