Temuan Hidrogen Peroksida di Lokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Picu Kekhawatiran Warga - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 17 Nov 2025 16:00 WIB ·

Temuan Hidrogen Peroksida di Lokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Picu Kekhawatiran Warga


 Temuan Hidrogen Peroksida di Lokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Picu Kekhawatiran Warga Perbesar

Lumajang, – Warga Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, mulai khawatir setelah ditemukannya jeriken berisi Hidrogen Peroksida di lokasi usaha pengolahan limbah tambang emas yang beroperasi di tengah permukiman padat.

Bahan kimia tersebut dikenal memiliki sifat oksidator kuat dan berpotensi membahayakan kesehatan maupun lingkungan apabila tidak dikelola dengan benar.

Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah memeriksa kondisi area pengolahan. Di lokasi terlihat tumpukan lebih dari seratus karung berisi lumpur limbah tambang emas yang belum diolah, serta kubangan lumpur seluas sekitar enam meter persegi dengan kedalaman 30 sentimeter.

Baca juga: Pengelolahan Tambang Emas di Lumajang Tak Kantongi Izin

Aktivitas dua pekerja yang memasukkan lumpur olahan ke dalam karung-karung menambah kekhawatiran soal tata kelola limbah yang dinilai tidak memadai.

Perangkat Desa Pasirian, Heru Purnomo, mengonfirmasi bahwa warga telah melaporkan aktivitas usaha tersebut. Menurutnya, temuan bahan kimia seperti Hidrogen Peroksida di tengah permukiman menjadi salah satu sumber keresahan, mengingat usaha itu juga tidak memiliki izin operasional.

“Ada keluhan warga terkait pengolahan limbah tambang, limbahnya dibuang ke sungai. Ada usahanya, menurut pemilik tidak berdampak negatif, dia juga mengaku tidak punya izin,” ujar Heru saat berada di lokasi, Senin (17/11/2025).

Baca juga: Limbah Tambang Emas Resahkan Warga Pasirian Lumajang

Hidrogen Peroksida yang biasanya digunakan dalam proses pengolahan emas dapat menimbulkan risiko seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan, hingga potensi bahaya jika mencemari sumber air.

Apalagi lokasi usaha berada sangat dekat dengan rumah warga dan sungai yang masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Satrio (26), pemilik usaha, membantah bahwa penggunaan bahan kimia tersebut membahayakan lingkungan. Ia mengklaim bahwa metode pengolahan yang digunakan lebih ramah lingkungan dan air olahan tidak dibuang ke sungai.

“Cara kerjanya pakai pengganti potas yang lebih ramah lingkungan. Airnya masuk lagi, tidak dibuang ke sungai,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa limbah lumpur yang dihasilkan tidak dibuang sembarangan dan kadang dimanfaatkan warga untuk menguruk rumah.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah