Antara Sawah dan Ancaman Erupsi, Warga Sumbersari Pilih Bertahan di Lereng Semeru - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 4 Des 2025 12:45 WIB ·

Antara Sawah dan Ancaman Erupsi, Warga Sumbersari Pilih Bertahan di Lereng Semeru


 Antara Sawah dan Ancaman Erupsi, Warga Sumbersari Pilih Bertahan di Lereng Semeru Perbesar

Lumajang, – Meskipun Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, masuk dalam zona merah rawan bencana (KRB III), ratusan warga tetap memilih menempati rumah lama mereka di lereng Gunung Semeru.

Keputusan itu diambil karena lahan pertanian menjadi sumber penghidupan utama mereka, sementara hunian tetap (Huntap) Bumi Semeru Damai (BSD) di Desa Sumbermujur, Candipuro, tidak menyediakan akses pekerjaan.

Sukar, seorang petani, mengatakan bahwa ia nekat kembali ke rumah lama karena memiliki lahan pertanian seluas seperempat hektar yang biasanya ditanami cabai. Meski panennya tidak setiap hari, hasil pertanian cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah anaknya.

“Di BSD mau makan apa? Tidak ada pekerjaan, malah harus jual barang-barang,” kata Sukar, Kamis (4/12/2025).

Ahmad, warga lain, mengungkapkan hal serupa. Ia menilai biaya transportasi bolak-balik dari BSD ke Pronojiwo lebih besar dibandingkan pendapatan sebagai petani. Selain itu, risiko hujan dan banjir saat bepergian membuatnya khawatir.
“Kalau bolak-balik jauh, apalagi kalau hujan atau banjir, malah buat yang di rumah kepikiran,” ujarnya.

Meski pemerintah telah menyediakan lebih dari 1.900 unit rumah huntap lengkap dengan perabotan, fasilitas fisik itu tidak mampu menahan warga untuk kembali ke zona merah yang mereka anggap lebih layak untuk bertani.

Sampai masa tanggap darurat berakhir, tercatat 319 jiwa masih berada di posko pengungsian, sementara belum ada kepastian berapa banyak yang sudah menempati huntap BSD atau belum.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah