Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 2 Jan 2026 15:52 WIB ·

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker


 Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker Perbesar

Lumajang, – Lemahnya pendataan dan minimnya pembinaan membuat petani pisang di Kabupaten Lumajang terjebak dalam sistem off taker yang belum sepenuhnya berpihak pada keberlanjutan petani.

Meski peluang pasar terbuka lebar melalui off taker seperti Sewu Segar Nusantara, Kharisma, App Seroja, serta pasar Jogja dan Surabaya, harga pisang di tingkat petani masih kerap jatuh karena ketidaksesuaian kualitas dan ketidakjelasan kapasitas penyerapan pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, menyampaikan Lumajang sebenarnya telah memiliki sejumlah off taker yang memiliki market sendiri.

“Off taker Sewu Segar Nusantara, misalnya, membeli pisang dengan harga di tingkat pengepul, yakni Grade A Rp6.500 per kilogram dan Grade B Rp5.000 per kilogram” kata Retno, Jumat (2/1/2025).

“Petani diarahkan menjual melalui packing house yang tersebar di tiga kecamatan, dengan jaminan harga sesuai grade,” tambahnya.

Retno menyebut kebutuhan pasar masih cukup besar. Sewu Segar Nusantara saja membutuhkan sekitar 500 box pisang segar, dan hingga saat ini pasokan tersebut masih belum terpenuhi.

“Berarti masih besar peluang anggota untuk bermitra dengan off taker yang ada,” jelasnya.

Namun, di balik peluang tersebut, terdapat persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Ketua P3ENA Jawa Timur, Ishak Subagio, menyampaikan jumlah off taker pisang di Lumajang sebenarnya sangat terbatas. “Off taker pisang di Lumajang tidak banyak, hanya dua atau tiga. Mereka adalah perpanjangan tangan perusahaan swasta, sehingga orientasinya pasti keuntungan,” ujarnya.

Menurut Subagio, masalah utama terletak pada kemampuan petani dalam memenuhi standar kualitas yang diinginkan off taker. Proses pasca tanam dan pasca panen masih banyak yang tidak sesuai dengan SOP. Akibatnya, produk pisang yang dihasilkan tidak masuk grade yang disyaratkan, sehingga harganya jatuh di pasar.

“Petani akhirnya bingung. Barangnya ada, tapi tidak sesuai grade, sehingga dihargai murah,” katanya.

Kondisi ini diperparah oleh lemahnya pendataan produksi pisang di Lumajang. Subagio menekankan pentingnya klasterisasi data yang jelas dan terverifikasi.

Data tersebut diperlukan untuk mengetahui berapa kapasitas penyerapan off taker per hari atau per minggu. Tanpa data yang akurat, petani tidak memiliki acuan dalam menyesuaikan pola tanam dan volume produksi.

“Kalau terjadi overkapasitas sementara kualitas tidak sesuai, harga pasti jatuh. Ini yang terus berulang,” jelasnya.

Selain pendataan, pembinaan dan sosialisasi kepada petani dinilai masih minim. Banyak petani belum memahami secara utuh standar grade, kebutuhan pasar, serta alur kemitraan dengan off taker. “Padahal, sosialisasi dan pendampingan teknis menjadi kunci agar petani mampu meningkatkan kualitas produksi dan memanfaatkan peluang pasar yang tersedia,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah