Jember Masih Punya Tantangan Besar, Kemiskinan Ekstrem Tertinggi di Jatim - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 14 Jan 2026 06:18 WIB ·

Jember Masih Punya Tantangan Besar, Kemiskinan Ekstrem Tertinggi di Jatim


 Jember Masih Punya Tantangan Besar, Kemiskinan Ekstrem Tertinggi di Jatim Perbesar

Jember, – Tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember masih menjadi yang tertinggi di Jawa Timur, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025. Dari total penduduk kabupaten, sekitar 8,67 persen atau setara dengan 216 ribu jiwa masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo, menegaskan kondisi ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Kami memandang tingkat kemiskinan di Jember masih cukup tinggi, yakni 8,67 persen. Ini menuntut langkah konkret dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” kata dia, Rabu (14/1/2026).

Edi menekankan dua pendekatan utama dalam pengentasan kemiskinan, yaitu peningkatan pendapatan dan penekanan pengeluaran masyarakat. Untuk meningkatkan pendapatan, sektor pertanian dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi tumpuan utama ekonomi lokal yang harus terus diperkuat.

Dalam sektor pertanian, Fraksi PDIP menolak alih fungsi lahan produktif dan mendorong pemerintah daerah melakukan verifikasi data lahan secara terbuka serta melibatkan partisipasi masyarakat.

Hasil verifikasi ini diharapkan menjadi dasar pengesahan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Sementara di sektor UMKM, Fraksi PDIP mengawal pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM.

Tujuannya adalah memberikan landasan hukum yang memperkuat pelaku UMKM, membuka akses permodalan, serta meningkatkan kapasitas usaha agar mampu naik kelas.

“Kami berharap UMKM Jember bisa menjadi motor ekonomi rakyat sekaligus membuka lapangan kerja. Penanganan kemiskinan harus berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Dorong Solusi Aset Tak Terpakai Lewat Raperda Baru

6 Mei 2026 - 10:39 WIB

Optimalisasi Aset Daerah, DPRD Lumajang Targetkan PAD Meningkat

6 Mei 2026 - 10:31 WIB

PDI Perjuangan: Raperda GAKI Penting untuk Masa Depan Generasi Lumajang

6 Mei 2026 - 09:07 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perda GAKI, 40 Desa Mandiri Garam Jadi Dasar Penguatan

6 Mei 2026 - 08:34 WIB

Ratih Damayanti, Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Keagamaan

5 Mei 2026 - 21:01 WIB

Bupati Lumajang Dorong Peran Organisasi Keagamaan Perkuat Ekonomi dan Sosial Umat

5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Trending di Daerah