Jember, – Banjir bandang melanda dua kecamatan di Kabupaten Jember pada Senin (2/2/2026) malam, menelan satu korban yang terseret arus dan merendam puluhan rumah warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, menyebut banjir bandang menerjang Kecamatan Panti dan Rambipuji.
Korban hanyut bernama Wahid, mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Pakis, Kecamatan Panti. Selain itu, puluhan rumah terdampak banjir dengan ketinggian lumpur mencapai 20 hingga 40 centimeter.
Hujan deras dengan intensitas sedang mulai mengguyur daerah hulu Sungai Badean dan Desa Pakis sejak pukul 14.00 WIB, menyebabkan debit air sungai naik.
Pada pukul 19.40 WIB, arus deras membawa material lumpur, potongan bambu, dan kayu meluap ke pemukiman warga. Banjir bandang ini menggerus dapur rumah warga dan menghanyutkan Wahid di Desa Pakis.
Di Desa Pakis, sekitar 30 rumah terdampak banjir. Puluhan warga sempat mengungsi di rumah tetangga atau kerabat. Sementara di Dusun Tembelang, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, dua rumah terendam lumpur setinggi 40 cm, dan barongan bambu di sungai roboh menghalangi aliran air.
Edi Budi Susilo menyampaikan, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban hanyut dan berharap Wahid segera ditemukan. Sementara itu, warga dibantu BPBD dan dinas terkait melakukan gotong royong membersihkan rumah serta akses jalan yang terendam lumpur. Pemerintah daerah juga membuka dapur umum dan layanan kesehatan untuk warga terdampak.
“Banjir bandang ini sangat cepat dan deras. Semua pihak diharapkan tetap waspada, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai,” kata Edi Budi Susilo, Selasa (3/2/2026).
Tinggalkan Balasan