Batik Lumajang Ber-HAKI: Keindahan dan Tradisi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 18 Okt 2026 14:23 WIB ·

Batik Lumajang Ber-HAKI Unjuk Pesona di BALOS 2026, Puluhan Motif Jadi Sorotan


 Batik Lumajang Ber-HAKI Unjuk Pesona di BALOS 2026, Puluhan Motif Jadi Sorotan Perbesar

LUMAJANG – Puluhan motif batik khas Lumajang mencuri perhatian dalam peragaan busana Batik Lumajang On the Stages (BALOS) 2026. Acara ini berlangsung di kawasan utara Alun-Alun Lumajang, Sabtu (10/10/2026).

Tak sekadar menampilkan keindahan kain, BALOS 2026 juga menjadi ajang promosi budaya dan penguatan ekonomi kreatif daerah. Puluhan motif batik yang telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) tampil dalam balutan busana yang memadukan unsur tradisional dan desain modern.

BALOS 2026 Tampilkan 20 Motif Batik Khas Lumajang Ber-HAKI

Sekitar 20 motif batik unggulan tampil dalam fashion show BALOS 2026. Motif tersebut meliputi Batik Tumpak Sewu, Batik Topeng Kaliwungu, Batik Jaran Kencak, Batik Pisang, Batik Pandanwangi, hingga Batik Durian Kembang.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Joko Setiyo, menjelaskan pentingnya HAKI dalam melindungi identitas budaya dan karya para perajin. Perlindungan ini juga dapat meningkatkan nilai ekonomi batik lokal.

“Lewat BALOS 2026, kita mempromosikan motif batik Lumajang yang nggak cuma bagus dan berkualitas. Kepemilikan HAKI ini jadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk mendorong UMKM lokal makin naik kelas dan makin percaya diri bersaing,” ujar Joko di sela-sela kegiatan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin memperluas pengenalan batik Lumajang kepada masyarakat. Perlindungan kekayaan intelektual juga diharapkan memperkuat posisi perajin dalam mengembangkan produk lokal.

Ratusan Peserta Meriahkan Fashion Show BALOS 2026

BALOS 2026 melibatkan lebih dari 200 peserta dari berbagai kelompok usia dan tingkatan. Mereka berasal dari Lumajang serta sejumlah daerah sekitar, seperti Bondowoso, Jember, dan Probolinggo.

Panitia mewajibkan seluruh peserta mengenakan batik khas Lumajang. Paguyuban Batik Lumajang terlebih dahulu mengkurasi batik yang mereka gunakan untuk menjaga kualitas dan keaslian identitas daerah.

Suasana kawasan Alun-Alun Utara Lumajang semakin semarak ketika para model melenggang di atas catwalk. Latar tulisan Kantor Bupati Lumajang yang menyala menambah daya tarik peragaan busana tersebut.

Para model menampilkan beragam rancangan dengan nuansa heritage dan sentuhan modern. Gaun malam bernuansa emas dan merah tampil mencolok. Ada pula gaun hitam elegan dengan selendang oranye serta busana berbahan kain hijau daun yang menghadirkan kesan segar.

Ragam desain tersebut menunjukkan bahwa perajin dan desainer dapat mengolah batik khas Lumajang menjadi busana dengan karakter yang beragam. Batik pun memiliki peluang menjangkau pasar fesyen yang lebih luas tanpa kehilangan identitas lokalnya.

BALOS 2026 Padukan Budaya, Seni, dan Promosi UMKM

Selain fashion show, BALOS 2026 menghadirkan pertunjukan tari tradisional kolosal yang melibatkan penari lokal. Perpaduan batik, fesyen, dan seni pertunjukan memberikan cara menarik untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lumajang.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi hingga malam. Kawasan acara juga menghadirkan pameran ekonomi kreatif dan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Joko Setiyo menegaskan bahwa BALOS 2026 tidak hanya berfokus pada peragaan busana. Kegiatan ini juga membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.

“Jadi acaranya bukan hanya fashion show, ada pameran eksibisi ekraf dan puluhan UMKM, dari pagi sampai malam,” pungkasnya.

Melalui BALOS 2026, batik khas Lumajang mendapat panggung untuk menunjukkan nilai budaya sekaligus potensi ekonominya. Kegiatan ini diharapkan memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal dan mendorong pelaku ekonomi kreatif terus berinovasi.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah