Desa Purworejo: Mengubah Limbah Organik Jadi Emas Hitam untuk Peternak dan Lingkungan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Ekonomi · 28 Mei 2025 15:30 WIB ·

Desa Purworejo: Mengubah Limbah Organik Jadi Emas Hitam untuk Peternak dan Lingkungan


 Desa Purworejo: Mengubah Limbah Organik Jadi Emas Hitam untuk Peternak dan Lingkungan Perbesar

Lumajang, – Di tengah tantangan pengelolaan sampah yang kian kompleks, Desa Purworejo, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, tampil sebagai pelopor inovasi pengolahan sampah organik yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga memberi nilai ekonomi nyata bagi masyarakatnya.

Dengan mengubah limbah daun dan sampah basah menjadi magot – larva lalat tentara hitam yang kaya protein desa ini membuktikan bahwa sampah bisa menjadi sumber berkah dan peluang usaha.

Selama ini, tumpukan sampah organik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lempeni menjadi masalah serius yang mengancam kebersihan dan kesehatan lingkungan. Namun, Desa Purworejo mengambil langkah berbeda dengan memanfaatkan sampah organik sebagai bahan baku utama produksi magot.

“Alih-alih membuang begitu saja, kami olah sampah organik menjadi magot dan pupuk organik. Residu yang tersisa baru kami buang ke TPA, sehingga volume sampah yang masuk ke sana berkurang drastis,” kata Kepala Desa Purworejo, Mokhamad Nyono, Rabu (28/5/25).

Magot yang dihasilkan menjadi sumber pakan alternatif yang sangat dibutuhkan oleh peternak ayam petelur dan lele di desa tersebut. Kandungan protein tinggi pada magot membuatnya menjadi pilihan ekonomis dan sehat untuk meningkatkan produktivitas ternak.

“Kerja sama antara pengelola sampah dan peternak ini menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan. Sampah yang dulu dianggap limbah kini menjadi komoditas bernilai,” tambah Nyono.

Keberhasilan program ini juga didukung oleh sistem pengumpulan sampah yang terorganisir. Setiap hari, petugas mengambil sampah dari perumahan, rumah warga, area pertokoan, hingga pasar tradisional.

Sampah plastik dan non-organik dipisahkan untuk dijual kembali, sementara sampah organik langsung diolah menjadi magot dan pupuk.

“Kami saat ini menjaring sampah dari Desa Purworejo dan Desa Karanganom, dengan dukungan penuh dari kepala desa setempat. Rencana kami ke depan adalah memperluas pengumpulan ke desa-desa tetangga dan pasar lain agar dampak positifnya makin luas,” ujar Nyono.

Program ini juga menjadi sumber penghasilan bagi warga desa. Saat ini, empat orang warga dipekerjakan secara langsung untuk mengelola pengumpulan dan pemilahan sampah. Dua bertugas sebagai driver pengangkut sampah, dan dua lainnya fokus pada pemilahan organik dan non-organik.

“Selain menjaga lingkungan, kami juga ingin memberdayakan masyarakat dengan membuka lapangan kerja. Dengan perluasan program, kami berharap bisa merekrut lebih banyak tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Untuk diketahui, magot yang diproduksi dijual dengan harga kompetitif, sekitar Rp20.000 per kilogram, sehingga terjangkau bagi peternak lokal. Selain itu, pupuk organik hasil olahan juga diminati petani sebagai alternatif pupuk kimia yang lebih ramah lingkungan.

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Batik Lumajang Naik Panggung, Tradisi Bertemu Kreativitas Fashion

11 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Kepala Desa Kandangtepus Sebut Karnaval Jadi Peluang bagi Pelaku UMKM

10 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Tak Perlu Tunggu Usaha Besar, UMKM Kerajinan Lumajang Dibekali Cara Memulai Ekspor

24 September 2026 - 09:04 WIB

Bukan Sekadar Turnamen, Percasi Lumajang Ingin Kejurprov Jadi Penggerak Sport Tourism

30 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Percasi Lumajang Siapkan Kejurprov 2027, Target 1.000 Pecatur Ramaikan Kabupaten Lumajang

30 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Karnaval Gucialit Dongkrak UMKM dan PKL, Kadin Lumajang Dorong Digelar Rutin

29 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Trending di Daerah