Desil Naik Jadi 5, Penjual Bakso Lumajang Kehilangan PKH Rp600 Ribu Tiap 3 Bulan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 7 Sep 2026 11:23 WIB ·

Desil Naik Jadi 5, Penjual Bakso Lumajang Kehilangan PKH Rp600 Ribu Tiap 3 Bulan


 Desil Naik Jadi 5, Penjual Bakso Lumajang Kehilangan PKH Rp600 Ribu Tiap 3 Bulan Perbesar

Lumajang, – Perubahan data kesejahteraan sosial membuat Purnomo, warga Kelurahan Jogoyudan, Kabupaten Lumajang, mengaku kehilangan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Purnomo yang sehari-hari berjualan bakso menggunakan gerobak di sekitar Mapolres Lumajang mengatakan, sebelumnya keluarganya tercatat dalam desil 3. Namun, belakangan status desilnya berubah menjadi 5.

Perubahan itu baru diketahuinya setelah bantuan sosial yang selama ini diterima tidak lagi masuk.

“Enggak ngerti saya, moro-moro desilku dadi lima (tiba-tiba desilku jadi lima, Red),” kata Purnomo di Lumajang, Senin (7/9/2026).

Menurut Purnomo, perubahan tersebut berimbas pada bantuan yang sebelumnya diterima keluarganya. Ia mengaku tidak lagi mendapatkan bantuan kebutuhan pokok maupun PKH.

Padahal, kata dia, sebelumnya bantuan PKH menjadi salah satu penopang kebutuhan keluarganya. Dalam satu kali pencairan, ia biasanya menerima sekitar Rp600 ribu dengan periode pencairan tiga bulan sekali.

“Dulu biasanya selalu dapat bantuan PKH sekitar Rp600 ribu setiap tiga bulan sekali. Kalau sekarang enggak ada sejak Hari Raya Idul Fitri kemarin,” katanya.

Purnomo mengatakan, sejak sekitar Maret 2026 keluarganya sudah tidak lagi menerima bantuan tersebut.

Di tengah berhentinya bantuan, Purnomo kini mengandalkan penghasilan dari berjualan bakso untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia mengatakan pendapatannya tidak menentu. Dalam kondisi ramai, penghasilannya paling tinggi sekitar Rp100 ribu sehari. Namun, rata-rata pendapatan yang diperoleh hanya sekitar Rp50 ribu per hari.

“Secara penghasilan saja saya masih pas-pasan, sehari ya kalau habis jualan paling tinggi 100 ribu, ya rata-rata cuma 50 ribu,” jelasnya.

Kondisi itu membuat Purnomo mempertanyakan perubahan status kesejahteraannya. Terlebih, ia mengaku masih belum memiliki rumah sendiri dan harus tinggal di rumah kontrakan.

“Saya belum punya rumah sendiri, masih ngontrak setahun itupun harganya 2 juta, bagian belakang masih sesek bambu. Ada dua anak juga yang harus disekolahkan,” ujarnya.

Purnomo mengaku hingga Senin (7/9/2026) belum mengajukan pemutakhiran data kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kabupaten Lumajang.

Dibertakan sebelumnya, pemutakhiran data kesejahteraan sosial kembali menghadapi persoalan di tingkat daerah.

Di tengah tuntutan agar bantuan sosial semakin tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengakui belum dapat mendeteksi secara langsung berapa jumlah warga yang mengalami perubahan desil melalui aplikasi yang digunakan.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Lumajang, Indriono Krishna Murti, mengatakan perubahan desil warga tidak dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah