Hadapi Transisi SD ke SMP, MPLS Surabaya Bantu Siswa Baru Beradaptasi Secara Menyeluruh - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Pendidikan · 14 Jul 2025 19:30 WIB ·

Hadapi Transisi SD ke SMP, MPLS Surabaya Bantu Siswa Baru Beradaptasi Secara Menyeluruh


 Hadapi Transisi SD ke SMP, MPLS Surabaya Bantu Siswa Baru Beradaptasi Secara Menyeluruh Perbesar

Surabaya, – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2025/2026 berjalan lancar dan difokuskan pada pembentukan karakter serta adaptasi siswa terhadap lingkungan dan budaya sekolah baru.

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, pada Senin (14/7/25), menyampaikan bahwa MPLS menjadi momen penting, terutama bagi siswa yang mengalami transisi dari jenjang Sekolah Dasar (SD) ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada jenjang ini, siswa dihadapkan dengan sistem pembelajaran yang lebih kompleks serta lebih banyak guru dan mata pelajaran.

“Transisi dari SD ke SMP itu tidak mudah. Anak-anak harus mengenal lingkungan barunya, mulai dari ruang kelas, laboratorium, sampai pola interaksi sosial yang berbeda. Maka, MPLS ini menjadi sangat penting,” kata Yusuf Masruh.

Baca juga: Karnaval Sound Horeg Ricuh di Malang, Warga Emosi Karena Kebisingan

MPLS tahun ini mengusung tema “Sekolahku, Rumahku, Guruku, Orang Tuaku”, yang bertujuan menciptakan suasana sekolah yang ramah, aman, dan menyenangkan. Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan merasa nyaman dan lebih cepat beradaptasi dengan rutinitas serta tuntutan akademik yang baru.

Selain pengenalan lingkungan fisik seperti ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium, siswa juga diperkenalkan pada tata tertib sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan nilai-nilai karakter. Kakak kelas dilibatkan secara aktif sebagai mentor dalam memberikan pemahaman terkait kehidupan sekolah.

Baca juga: NU Lumajang Siap Turun Tangan Atasi Maraknya Begal dan Curanmor

“Anak-anak itu bisa belajar dari kakak kelasnya. Mereka bisa mendengarkan pengalaman nyata tentang pelajaran, organisasi, dan kegiatan sekolah. Ini membangun ikatan positif antar siswa,” jelas Yusuf.

Ia menambahkan bahwa MPLS dilaksanakan selama satu pekan, dan selama masa tersebut, pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik perundungan (bullying) atau kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Larangan bullying dan kekerasan sangat tegas kami sampaikan. Guru harus terus memantau kegiatan MPLS agar siswa merasa aman. Tidak boleh ada interaksi yang tidak diawasi antara kakak kelas dan adik kelas,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuota Beasiswa Lumajang Direncanakan Maksimal 100 Mahasiswa

30 Juli 2026 - 15:53 WIB

20 Mahasiswa Gugur, Pemkab Lumajang Salurkan Beasiswa kepada 114 Penerima

30 Juli 2026 - 11:52 WIB

Bupati Lumajang Wanti-wanti Sekolah Cegah Narkoba, Miras, dan Bullying

27 Juli 2026 - 11:29 WIB

Pemkab Lumajang Siapkan Beasiswa Rp6 Juta per Semester, Tambah Kuota 100 Mahasiswa

16 Juli 2026 - 10:33 WIB

Wali Murid Nilai Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah Perkuat Peran Pengasuhan

13 Juli 2026 - 10:22 WIB

SMK Taruna Jember Jangan Hanya Ganti Seragam, Kurikulumnya Harus Menjawab Kebutuhan Industri

8 Juli 2026 - 12:24 WIB

Trending di Pendidikan