Lumajang, – Kasus penipuan berbasis teknologi informasi dan elektronik (ITE) terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Lumajang. Dampak kejahatan digital ini tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga kerugian ekonomi yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandi Siregar mengungkapkan laporan penipuan digital hampir diterima setiap hari oleh kepolisian.
Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari iming-iming investasi dengan keuntungan besar, penawaran harga barang murah, hingga tawaran pekerjaan dan kerja sama usaha.
“Kerugian yang dialami korban bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga ratusan juta. Bahkan ada yang mencapai miliaran rupiah,” katanya, Selasa (30/12/2025).
Meski secara jumlah kasus kejahatan konvensional seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian hewan, dan pencurian kendaraan bermotor masih mendominasi, kejahatan berbasis ITE dinilai memiliki dampak ekonomi yang jauh lebih besar bagi masyarakat.
“Dari sisi wilayah, kasus penipuan digital banyak bermula di kawasan perkotaan dan lingkar sekitarnya, sebelum kemudian menyebar ke wilayah-wilayah lain,” jelasnya.
Saat ini, kejahatan tersebut disebut hampir merata di seluruh Lumajang, menunjukkan bahwa ancaman tidak lagi terbatas pada area tertentu.
“Kamimengimbau warga agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur tawaran yang menjanjikan keuntungan instan, mengingat kemudahan akses teknologi juga diiringi dengan meningkatnya risiko kejahatan,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan