Ketua Kadin Lumajang: BBM Aman, Stop Panic Buying! - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 29 Jul 2025 17:39 WIB ·

Ketua Kadin Lumajang: BBM Aman, Stop Panic Buying!


 Ketua Kadin Lumajang: BBM Aman, Stop Panic Buying! Perbesar

Lumajang, – Foto dan video antrian panjang di sejumlah SPBU Lumajang ramai beredar di media sosial sejak Senin malam.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lumajang, Agus Setiawan menyampaikan, kepanikan warga yang khawatir akan kelangkaan BBM menyebabkan lonjakan permintaan secara tiba-tiba.

“Pasokan BBM di Lumajang sebenarnya aman. Hanya saja karena masyarakat termakan isu kelangkaan, akhirnya banyak yang panik dan memborong secara berlebihan,” jelas Agus, Selasa (29/7/25).

Baca juga: Antrean Panjang di SPBU Lumajang Akibat Efek Rantai Kelangkaan BBM di Wilayah Sekitar, Bupati Pastikan Tidak Perlu Khawatir



Menurut Agus, fenomena ini dikenal sebagai panic buying, yakni perilaku membeli secara berlebihan karena ketakutan akan kehabisan barang.

Ia mencontohkan, beberapa orang yang biasanya mengisi BBM Rp200 ribu, kini langsung memenuhi tangki penuh hingga Rp600 ribu hanya karena melihat antrean panjang.

“Staf saya sendiri semalam sudah stres, memaksa antri BBM padahal mobilnya masih cukup buat dua hari kalau dipakai normal. Ini bentuk kepanikan sosial yang menular,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan panic buying justru menciptakan kelangkaan semu yang merugikan masyarakat luas. Pasokan yang sebenarnya cukup menjadi tidak seimbang karena permintaan melonjak tiba-tiba, sementara sistem distribusi tidak bisa langsung mengimbanginya.

Baca juga: Longsor Terjadi Lagi di Jalur Piket Nol Lumajang-Malang, Arus Lalu Lintas Dialihkan Lewat Probolinggo Demi Keselamatan Pengendara

“Yang terjadi bukan kekurangan pasokan, tapi distribusinya terganggu. Seperti saat pandemi dulu, stok masker ada tapi rak kosong karena orang beli kebanyakan,” katanya.

Kepanikan yang berlebihan justru memperparah keadaan. Agus mengajak warga Lumajang untuk tidak terprovokasi isu atau kabar yang belum tentu benar.



“Kalau semua borong, justru orang yang benar-benar butuh malah tidak kebagian. Kita harus saling jaga. Konsumsi bijak itu bentuk solidaritas,” ujarnya.

Lebih parah lagi, Agus menyoroti adanya indikasi penimbunan oleh oknum-oknum yang memanfaatkan situasi. “Beberapa terlihat menjual BBM eceran dengan harga yang jauh lebih mahal, bahkan mencapai Rp30.000 per liter,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap mencari informasi dari sumber resmi dan tidak langsung percaya pada pesan berantai atau unggahan yang belum terverifikasi.

“Yang dibutuhkan sekarang bukan panik, tapi tenang dan rasional. Percayalah, BBM tidak akan habis kalau kita konsumsi sewajarnya,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Sapi Besar di Lumajang Tembus Rp 30 Juta per Ekor

21 Mei 2026 - 13:07 WIB

Harga Pertamina Dex Naik, Pengusaha Pasir Lumajang Kelimpungan

7 Mei 2026 - 11:46 WIB

Gekrafs Dilantik, Harapan Dilambungkan: Mampukah Kreativitas Menjadi Mesin Ekonomi Baru Lumajang?

4 Mei 2026 - 15:51 WIB

HIPMI Lumajang Dorong Peran Pengusaha Muda sebagai Motor Ekonomi Daerah

3 Mei 2026 - 14:05 WIB

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Inkubasi hingga Business Matching, Strategi HIPMI Lumajang Akselerasi Ekonomi Daerah

30 April 2026 - 23:26 WIB

Trending di Ekonomi