Pemangkasan Rp266 Miliar, Bukti Daerah Perlu Mandiri Secara Fiskal - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 9 Okt 2025 15:33 WIB ·

Pemangkasan Rp266 Miliar, Bukti Daerah Perlu Mandiri Secara Fiskal


 Pemangkasan Rp266 Miliar, Bukti Daerah Perlu Mandiri Secara Fiskal Perbesar

Lumajang, – Pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp266 miliar untuk Kabupaten Lumajang pada tahun 2026 tidak hanya menjadi pukulan fiskal bagi pemerintah daerah, tapi juga peringatan keras akan rapuhnya ketergantungan fiskal daerah terhadap pusat.

Selama ini, seperti banyak kabupaten lain di Indonesia, Lumajang masih sangat bergantung pada dana transfer dari pusat baik berupa Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun Dana Bagi Hasil (DBH).

Ketua DPRD Lumajang, Oktafiyani, pemangkasan sebesar Rp266 miliar itu berdampak langsung pada kemampuan daerah dalam membiayai agenda pembangunan. Dalam kondisi seperti ini, prioritas pun terpaksa dialihkan ke sektor esensial seperti kesehatan dan pendidikan.

Baca juga:Tak Hanya Tembakau, Petani Cabai Lumajang Kini Nikmati Dana DBHCHT

“Prioritas kita menyesuaikan anggaran itu yang jelas. Bahwasanya anggaran itu digunakan sebaik-baiknya untuk hal yang darurat. Kesehatan dan pendidikan harus diutamakan,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Namun lebih dari sekadar penyesuaian, situasi ini mencerminkan realitas struktural: daerah belum sepenuhnya berdaulat secara fiskal. Ketika pusat menarik sebagian dananya, daerah limbung. Artinya, kemandirian fiskal belum benar-benar tercapai.

Baca juga: Pemkot Surabaya Terapkan Skema Cicilan Proyek untuk Efisiensi Anggaran

Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, pun mengisyaratkan pentingnya mencari sumber pendapatan alternatif melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk potensi sektor pariwisata dan retribusi.

“Kita semua, baik eksekutif maupun legislatif, berupaya meningkatkan PAD dari potensi-potensi wisata dan yang lain,” kata Indah.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bunda Indah Cicipi Selai Pepaya di Food Security Expo Lumajang, Ada UMKM dan Pasar Murah!

18 Oktober 2026 - 14:57 WIB

21 Pengurus HKTI Lumajang Dikukuhkan, Bunda Indah Dorong Petani Perkuat Ketahanan Pangan

18 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Jalan PB Sudirman Lumajang Mulai Ditata, Proyek 730 Meter Ditargetkan Rampung Desember

18 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Kekeringan Lumajang Belum Usai, Enam Kecamatan Masih Terdampak hingga Desember

18 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Bunda Indah Instruksikan Camat dan Kades Edukasi Warga, Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan

18 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Bunda Indah Bersihkan Kali Asem, Usulkan Normalisasi untuk Kurangi Risiko Lahar Semeru

18 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Trending di Daerah