Tak Hanya Tembakau, Petani Cabai Lumajang Kini Nikmati Dana DBHCHT - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 9 Okt 2025 11:56 WIB ·

Tak Hanya Tembakau, Petani Cabai Lumajang Kini Nikmati Dana DBHCHT


 Tak Hanya Tembakau, Petani Cabai Lumajang Kini Nikmati Dana DBHCHT Perbesar

Lumajang, – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kini tidak hanya menyasar petani tembakau. Pada tahun anggaran 2025, sebanyak Rp229 juta dikucurkan untuk mendukung petani cabai di Kabupaten Lumajang.

Bantuan ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pertanian serta bentuk perlindungan bagi petani saat menghadapi risiko gagal panen tembakau.

Bantuan tersebut menyasar dua komoditas utama hortikultura, yakni cabai merah besar dengan nilai bantuan sebesar Rp114 juta, dan cabai rawit senilai Rp115 juta. Total penerima bantuan mencapai 60 petani dari tiga kecamatan di Lumajang.

Menurut Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, Hendra Suwandaru, program ini bertujuan untuk memberikan alternatif sumber penghasilan bagi petani tembakau.

“Bantuan ini menjadi alternatif usaha tani ketika terjadi gagal panen tembakau. Dengan menanam cabai atau semangka, petani tetap bisa mendapatkan penghasilan,” ujar Hendra, Kamis (9/10/2025).

Baca juga: DPRD Lumajang Matangkan Propemperda 2026, Bahas 9 Raperda Prioritas

Bantuan DBHCHT yang disalurkan berupa sarana produksi pertanian, antara lain benih, pupuk, pestisida, hingga agen hayati yang mendukung peningkatan produktivitas dan pertanian berkelanjutan.

Salah satu penerima bantuan adalah Kelompok Tani (Poktan) Awangono di Desa Jatigono, Kecamatan Kunir, yang mengembangkan budidaya cabai rawit. Bantuan yang mereka terima meliputi:

– Pupuk organik: 90 zak
– Pupuk NPK: 30 zak
– Kapur pertanian: 60 zak
– Insektisida: 90 botol
– Fungisida: 60 sachet
– Agen hayati: 60 sachet
– Dekomposer: 60 botol
– Benih cabai rawit: 60 sachet
– Pupuk ZA: 60 zak

Baca juga: Atas Perintah Kejagung, Kejari Jember Serius Usut Kasus Sosperda Rp5,6 Miliar

Selain sebagai jaring pengaman usaha tani, program ini juga ditujukan untuk memperluas area tanam cabai di Lumajang.

Ia berharap, perluasan komoditas hortikultura ini dapat menjaga rantai pasok pangan, menstabilkan harga pasar, dan memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Kita juga memperhatikan aspek keamanan pangan seperti PSAT (Pangan Segar Asal Tumbuhan), agar hasil pertanian yang didistribusikan tetap aman dan sehat,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah