Pendidikan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang dalam Rehabilitasi Sosial Pascaaerupsi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Pendidikan · 27 Nov 2025 07:04 WIB ·

Pendidikan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang dalam Rehabilitasi Sosial Pascaaerupsi


 Pendidikan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang dalam Rehabilitasi Sosial Pascaaerupsi Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menegaskan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam proses rehabilitasi sosial pascaerupsi Gunung Semeru.

Meski sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan berat, Pemkab memastikan bahwa seluruh anak di wilayah terdampak tetap mendapatkan hak belajar tanpa hambatan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menekankan bahwa tidak boleh ada satu pun peserta didik yang putus sekolah akibat bencana.

“Pemkab memastikan tidak ada satu pun peserta didik yang kehilangan akses belajar, meski sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan berat,” katanya, Kamis (27/11/2025).

Salah satu kasus paling signifikan adalah hilangnya bangunan SDN Supiturang 2, yang tersapu material guguran Semeru hingga tidak mungkin dipulihkan di lokasi asal karena telah ditetapkan sebagai zona merah rawan bencana.

Untuk menjamin keberlanjutan pendidikan, Pemkab menerapkan kebijakan regrouping dengan memindahkan seluruh siswa ke SDN Supiturang 1.

“Pendidikan anak harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun. Siswa SDN Supiturang 2 hari ini sudah mengikuti proses belajar mengajar di SDN Supiturang 1,” jelas Indah.

Selain langkah darurat tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan strategi jangka panjang. SDN Supiturang 1 akan ditingkatkan kapasitasnya agar mampu menampung seluruh siswa secara permanen.

Penambahan ruang kelas, perbaikan fasilitas pendukung, dan penataan lingkungan belajar menjadi bagian dari upaya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Kami tidak akan membangun kembali SDN Supiturang 2 di lokasi sama karena zona merah. Sebagai gantinya, kami menambah ruang dan memperbaiki Supiturang 1 sesuai kebutuhan regrouping,” katanya.

“Dengan memastikan pendidikan tetap berjalan, pemerintah menjaga keberlanjutan layanan dasar dan memberikan rasa aman bagi keluarga terdampak,” sambungnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari 5.655 Kini 1.700, Angka ATS Kota Malang Terus Menyusut

2 Februari 2026 - 09:20 WIB

Standar Industri Media Diterapkan dalam UKK Broadcasting SMKN Pasirian

30 Januari 2026 - 13:59 WIB

UKT Ditanggung Pemkot, Mahasiswa Berprestasi PTS Dapat Angin Segar

29 Januari 2026 - 16:33 WIB

Urusan Pendidikan Tak Sepenuhnya di Desa, Ini Penjelasan DPMD Lumajang

12 Januari 2026 - 15:31 WIB

Khofifah Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Perdagangan Jatim–Tiongkok

5 Januari 2026 - 12:31 WIB

Akses Masih Panas dan Berlumpur, Guru tak Bisa Menjangkau 46 Siswa Terdampak Lahar Semeru

10 Desember 2025 - 18:06 WIB

Trending di Pendidikan