Perda Tembakau Jember Sudah Ketinggalan Zaman, Petani Terus Rugi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 28 Des 2025 17:23 WIB ·

Perda Tembakau Jember Sudah Ketinggalan Zaman, Petani Terus Rugi


 Perda Tembakau Jember Sudah Ketinggalan Zaman, Petani Terus Rugi Perbesar

Jember, – Anggota DPRD Jember dari PKB, Muhammad Hafidi, menegaskan bahwa Perda Nomor 7 Tahun 2003 tentang Pengusahaan Tembakau sudah tidak relevan lagi setelah 22 tahun diberlakukan.

Menurutnya, perda lama itu gagal mengakomodasi kondisi terkini, termasuk berkurangnya lahan pertanian tembakau dan risiko kerugian yang terus menimpa petani.

Hal itu ia sampaikan saat menggelar Reses Masa Sidang III DPRD Jember di SMK Islam Bustanul Ulum Pakusari, Kamis (4/12/2025).

Hafidi mengkritik lambatnya langkah pemerintah daerah dalam memperbarui regulasi yang sangat krusial bagi kelangsungan ekonomi lokal dan identitas Jember.

“Petani harus dilindungi dengan Perda yang kuat. Jika tidak, mereka terus merugi, dan produksi tembakau akan terus menurun,” katanya.

Ia menyampaikan pengusulan Raperda Tembakau baru harus dilakukan secara kolektif oleh seluruh fraksi di DPRD Jember agar memiliki kekuatan politik yang solid. Langkah ini tidak hanya menyelamatkan ekonomi petani, tetapi menjaga identitas tembakau sebagai ciri khas Jember, yang pernah dikenal di Eropa sebagai penghasil tembakau kelas dunia.

“Tanpa Perda baru, tidak hanya petani yang merugi, tetapi Jember juga berisiko kehilangan identitas ekonominya,” tegas Hafidi.

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah