Perlindungan PMI Lumajang Diperkuat Resmi dan Tepat - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 2 Mei 2025 09:56 WIB ·

Perlindungan PMI Lumajang Diperkuat Resmi dan Tepat


 Perlindungan PMI Lumajang Diperkuat Resmi dan Tepat Perbesar

Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat perlindungan untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama yang berasal dari daerahnya. Upaya ini difokuskan pada pendataan menyeluruh dan penggunaan jalur penyalur resmi untuk mencegah eksploitasi.

Hal ini disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (1/5/2025). Ia menegaskan bahwa seluruh PMI memiliki hak yang sama atas perlindungan hukum dan jaminan sosial.

Untuk mendukung hal ini, Pemkab Lumajang mewajibkan seluruh kepala desa mendata warganya yang bekerja sebagai PMI. Data tersebut menjadi dasar perlindungan yang lebih tepat dan efisien.
Baca Juga : Bunda Indah dan Gubernur Jawa Timur Memperjuangkan Infrastruktur Strategis untuk Lumajang

Selain itu, Bunda Indah menekankan pentingnya menggunakan jalur penyalur resmi. PMI yang berangkat secara ilegal berisiko mengalami kerja paksa, kekerasan, atau eksploitasi.

“Kami ingin memastikan semua PMI asal Lumajang tercatat, terlindungi, dan tidak terabaikan,” tegas Bunda Indah.

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga memperkuat kerja sama dengan BP2MI, Dinas Tenaga Kerja, dan aparat penegak hukum. Tujuannya untuk memperketat pengawasan terhadap praktik perekrutan ilegal.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menjaga keselamatan pekerja migran dan meningkatkan citra Lumajang sebagai daerah pengirim tenaga kerja yang profesional.

Selain pengawasan, Pemkab membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengalami atau mengetahui praktik perekrutan ilegal. Layanan ini terbuka untuk publik dan dapat diakses secara langsung.

Bunda Indah berharap agar seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga PMI dan perangkat desa, dapat bekerja sama. Sinergi ini penting untuk membangun sistem perlindungan yang kuat dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan, Warga Bisa Dapat Sertifikasi Resmi

5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Tekan Kebocoran, Pajak Pasir Lumajang Kini Dibayar Langsung Lewat Bank

5 Februari 2026 - 14:32 WIB

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Trending di Daerah