Situbondo, – Upaya penegakan hukum terhadap kasus dugaan asusila antara oknum guru SMA asal Lumajang dan muridnya di Situbondo urung dilanjutkan. Kedua belah pihak memilih menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.
Kasus ini mencuat setelah korban berinisial CL (16) pelajar SMA, melaporkan kejadian yang dialaminya di kawasan wisata Pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo, Jawa Timur. Peristiwa diduga terjadi di sebuah kamar hotel setelah korban mengikuti perlombaan di lokasi wisata tersebut.
Terduga pelaku adalah HP (42) oknum guru SMA asal Kabupaten Lumajang. Berdasarkan keterangan awal, keduanya yang berjenis kelamin laki-laki diduga melakukan hubungan sesama jenis sebanyak satu kali di dalam kamar hotel.
Masalah muncul ketika HP diduga kembali meminta hubungan untuk kedua kalinya. CL menolak. Merasa tertekan dan diduga disekap di dalam kamar, korban kemudian menghubungi Call Center 110 milik Polres Situbondo.
“Awanya kami menerima laporan lewat 110. Ternyata korban anak di bawah umur statusnya pelajar SMA, dan pelakunya juga laki-laki. Mereka berstatus guru dan murid,” kata Kapolsek Bungatan Iptu Liskurahman saat dikutip dari medio Memorendum, Senin (18/5/2026).
Merespons laporan itu, petugas Polsek Bungatan langsung menuju lokasi. Keduanya kemudian diamankan ke Mapolres Situbondo. Polisi juga memasang garis polisi di tempat kejadian perkara sebagai bagian dari prosedur olah TKP.
Karena korban masih berstatus anak di bawah umur, penanganan kasus tidak ditangani di tingkat polsek. “Identitas keduanya tidak kami rincikan karena penanganan kasus yang melibatkan anak di bawah umur langsung dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak PPA Satreskrim Polres Situbondo,” katanya.
Proses hukum sempat berjalan di Unit PPA. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan kasus tidak jadi dilanjutkan ke tahap penyidikan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan memastikan kedua belah pihak telah sepakat berdamai.
“Tidak jadi membuat laporan polisi. Kedua belah pihak sudah sepakat untuk berdamai,” ujar Agung Hartawan secara terpisah.
Tinggalkan Balasan