RSUD dr Haryoto Bantah Tudingan Tak Menangani Pasien, Polemik Respons Darurat Masih Bergulir - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 7 Agu 2026 12:29 WIB ·

RSUD dr Haryoto Bantah Tudingan Tak Menangani Pasien, Polemik Respons Darurat Masih Bergulir


 RSUD dr Haryoto Bantah Tudingan Tak Menangani Pasien, Polemik Respons Darurat Masih Bergulir Perbesar

Lumajang, – RSUD dr Haryoto Lumajang membenarkan pasien yang menjadi sorotan dalam unggahan viral di media sosial Facebook meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Namun, manajemen menolak anggapan bahwa pasien tidak memperoleh penanganan medis sebagaimana dikeluhkan pihak keluarga.

Kasus itu mencuat setelah akun Facebook Samsul Arifin mengunggah kronologi meninggalnya sang ibu pada Kamis dini hari, 6 Agustus 2026.

Dalam unggahan tersebut, keluarga mempertanyakan respons tenaga kesehatan ketika kondisi pasien disebut terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Menurut cerita yang diunggah, pasien masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 01.00 dini hari, dengan keluhan tekanan darah rendah. Setelah mendapat cairan infus, tekanan darah pasien disebut kembali normal sebelum dipindahkan ke Ruang Melati karena ruang perawatan lain penuh.

Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang, dr. Wawan Arwijanto, membenarkan pasien dalam unggahan viral tersebut memang dirawat dan meninggal di rumah sakit.

“Kami tidak bisa mengendalikan viral atau tidaknya suatu kejadian. Yang kami lakukan di sini sudah semaksimal mungkin dan seoptimal mungkin,” katanya, Jumat (7/8/2026).

Ia mengatakan RSUD dr Haryoto merupakan rumah sakit rujukan di Kabupaten Lumajang sehingga sebagian besar pasien yang ditangani merupakan kasus dengan kondisi berat.

Menurut dia, tenaga medis hanya dapat memberikan pelayanan sesuai standar dan kondisi klinis pasien, sedangkan hasil akhir pengobatan tidak sepenuhnya dapat dipastikan.

Wawan juga membenarkan fakta bahwa pasien meninggal dunia di Ruang Melati. Namun, ia menilai penilaian mengenai pelayanan rumah sakit bergantung pada sudut pandang masing-masing.

“Itu tergantung cara pandang masing-masing. Ada dokter jaga 24 jam, bahkan dua orang dokter. Perawat juga tersedia di masing-masing ruangan. Dokter penanggung jawab pasien melakukan kontrol sesuai bidang spesialisasinya,” kata dia.

Dalam unggahan yang viral, keluarga mengaku pasien sempat mengalami batuk darah hingga sesak napas sebelum akhirnya meninggal dunia.

Menurut Wawan, secara medis penyebab kematian pasien berkaitan dengan gangguan jalan napas akibat batuk darah. Darah yang memenuhi paru-paru menyebabkan pasokan oksigen tidak dapat masuk secara optimal sehingga kondisi pasien memburuk dalam waktu singkat.

“Darah menutupi paru-paru. Padahal paru-paru adalah satu-satunya organ tempat tubuh memperoleh oksigen. Ketika oksigen tidak masuk, pasien dapat meninggal dalam waktu cepat,” katanya.

Ia juga membantah anggapan bahwa pasien gawat darurat harus menunggu dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) sebelum memperoleh tindakan medis. Menurut dia, dokter jaga IGD yang telah memiliki sertifikasi kegawatdaruratan berwenang melakukan stabilisasi pasien terlebih dahulu sebelum berkonsultasi dengan DPJP.

“Penanganan gawat darurat dilakukan lebih dulu oleh dokter jaga IGD. Setelah pasien stabil, baru dilakukan konsultasi kepada DPJP sesuai spesialisasinya,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wabup Yudha Pakai Jas Ansor, Izuddin Syarif Bawa Pesan Sinergi Dengan Kepengurusan yang Baru

8 Agustus 2026 - 23:49 WIB

Izuddin Pimpin Ansor Lumajang, Organisasi Didorong Masuk ke Isu Pangan dan Ekonomi

8 Agustus 2026 - 23:27 WIB

Lumajang Menang Meyakinkan, Probolinggo Dipaksa Angkat Kaki dengan Skor 4-2

8 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Keluarga Pasien Bantah Perawat RSUD Haryoto Datang Saat Batuk Darah: Datang Setelah Ibu Meninggal

8 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Kematian Pasien di RSUD Haryoto, Kesaksian Keluarga dan Manajemen Berbeda

8 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Lumajang Bungkam Probolinggo 4-2, Buka Turnamen TK Kades Jatim dengan Kemenangan

7 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga