Sebanyak 46 PMI Asal Lumajang Bermasalah - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 13 Agu 2025 13:34 WIB ·

Sebanyak 46 PMI Asal Lumajang Bermasalah


 Sebanyak 46 PMI Asal Lumajang Bermasalah Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah strategis dalam menangani meningkatnya kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengalami masalah di negara tujuan akibat keberangkatan non-prosedural.

Sebanyak 46 PMI asal Lumajang yang bermasalah di luar negeri menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Sebagai upaya jangka panjang, Pemkab Lumajang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memperluas akses pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang berminat menjadi PMI.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan teknis dan administrasi para calon pekerja migran sehingga dapat berangkat melalui jalur resmi dan terjamin hak serta keselamatannya.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Lumajang, Hanum Mubarokah, menjelaskan bahwa sebagian besar kendala yang dialami PMI tersebut terkait dengan kurangnya keterampilan dan ketidaksiapan administrasi.

Baca juga: DPRD Lumajang Dorong Transparansi Perizinan dan Kontribusi PAD dari Perusahaan

“Kami terus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan jalur resmi, yang memang memerlukan proses pelatihan dan administrasi, tapi hal ini memastikan perlindungan hak dan keselamatan para pekerja,” ujar Hanum, Rabu (13/8/25).

Program pelatihan yang disediakan Pemkab Lumajang meliputi berbagai bidang, seperti menjahit, tata boga, serta pelatihan berbasis kompetensi kerja lainnya.

Selain meningkatkan kemampuan calon PMI, pelatihan ini juga membuka peluang kerja di dalam negeri sebagai alternatif sehingga masyarakat tidak harus selalu mengandalkan pekerjaan di luar negeri.

Baca juga: Mahasiswa KKN UGM Dorong Inovasi Pertanian dan Edukasi di Desa Argosari, Lumajang

Disnaker juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi intensif kepada masyarakat, khususnya di daerah yang banyak menghasilkan PMI. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya memilih jalur migrasi kerja yang prosedural guna menghindari risiko besar, mulai dari penipuan, eksploitasi, hingga deportasi.

Hanum menambahkan, kolaborasi dengan lembaga pelatihan, agen resmi, dan tokoh masyarakat terus ditingkatkan untuk memastikan migrasi kerja yang aman, legal, dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami ingin migrasi kerja menjadi pilihan cerdas dan terarah, bukan sebagai pelarian akibat keterbatasan ekonomi,” tutup Hanum.

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah