Selokambang dan Potensi Hidroterapi: Menggabungkan dengan Holistik - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 16 Apr 2025 15:14 WIB ·

Selokambang dan Potensi Hidroterapi: Menggabungkan dengan Holistik


 Selokambang dan Potensi Hidroterapi: Menggabungkan dengan Holistik Perbesar

Lumajang — Pemandian Alam Selokambang kini tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata alam, tetapi juga sebagai lokasi untuk pemulihan tubuh dan jiwa melalui hidroterapi. Berlokasi di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, tempat ini semakin berkembang menjadi salah satu pusat wisata kesehatan di Jawa Timur.

Sebagai danau alami yang kaya akan mineral, Selokambang memiliki potensi besar untuk dijadikan lokasi terapi air yang terintegrasi dengan alam. Hal ini disampaikan oleh Galih Permadi, seorang praktisi kesehatan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lumajang.

“Air di Selokambang bersifat alami dan kaya mineral. Jika dengan metode terapi yang tepat, hasilnya dapat membantu pemulihan kesehatan dengan ungkap Galih saat wawancara pada Selasa (15/4/2025).

Hidroterapi adalah metode kesehatan yang memanfaatkan tekanan air, suhu, dan gerakan fisik untuk otot dan persendian, serta membantu relaksasi mental. Selokambang menawarkan pengalaman terapi yang kental dengan suasana alam, di mana terapi dilakukan langsung di danau, dikelilingi oleh lingkungan yang asri dan udara segar. dan suhu yang stabil sangat membantu darah, dan ini jelas bermanfaat bagi mereka yang mengalami masalah sendi hingga pasien fibromyalgia,” tambah Galih.

Menariknya, banyak awalnya hanya untuk berlibur, kemudian tertarik mencoba hidroterapi setelah menyaksikan manfaatnya sendiri. Beberapa dari mereka kini secara melakukan sesi gerakan ringan di dalam air.

Salah satu peserta, Harno (63), seorang pensiunan guru dari Kecamatan Tekung, mengaku merasakan perubahan signifikan setelah menjalani terapi selama tiga bulan.

“Sebelumnya, lutut saya sering nyeri, terutama saat cuaca dingin. Namun setelah mengikuti hidroterapi secara teratur, sekarang saya bisa berjalan pagi dengan lebih nyaman,” katanya. Galih juga menekankan bahwa hidroterapi tidak hanya untuk lansia atau mereka yang memiliki masalah Kalangan generasi muda sangat dianjurkan untuk mencobanya, karena terapi ini juga efektif meredakan stres dan kelelahan akibat gaya hidup modern.

“Hidroterapi bisa jadi waktu untuk beristirahat dari rutinitas. Ini adalah untuk kembali menyadari pentingnya kesehatan tubuh dan ketenangan pikiran,” ujarnya.

Dengan respons positif dari masyarakat, Dispora Lumajang kini sedang merancang program hidroterapi reguler. Masyarakat bisa mendaftar untuk mengikuti kelas yang akan dipandu oleh instruktur bersertifikat dengan metode standar. sangat terbuka untuk menjadikan ini sebagai program berkelanjutan. Tinggal menyesuaikan jadwal dan melakukan dengan berbagai dinas,” tambah Galih.

Dengan pendekatan ini, Selokambang berpotensi menjadi destinasi wisata kesehatan berbasis alam yang tidak hanya menawarkan pemandangan yang indah, tetapi juga pengalaman penyembuhan yang alami dan menyeluruh.

Saat merasakan mereka tidak hanya membawa tubuh fisik—tetapi juga harapan untuk menemukan ketenangan, kesembuhan, dan semangat baru dalam menjalani kehidupan.

Artikel ini telah dibaca 259 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wabup Yudha Dorong Pramuka Lumajang Terapkan Konsep Learning, Creating, and Solving

15 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pesan Bupati Lumajang: Jauhi Narkoba, Miras, dan Polarisasi Digital

14 Agustus 2026 - 12:43 WIB

TMMD ke-129 Ditutup di Lumajang, 840 Meter Jalan Rabat Beton dan 11 Program Warga Tuntas

13 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Bromo Ditutup, Tumpak Sewu Panen Turis Asing: Kunjungan Naik 40 Persen

12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Bromo Tak Bisa Dikunjungi, Turis Asing Dialihkan ke Tumpak Sewu oleh Pemandu Wisata

12 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Tiga Tahun Menatap Langit, Balai Desa Pandansari Masih Menunggu Genteng Pulang

11 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Trending di Daerah