Sengketa Pedagang Es Krim dan Satpol PP Lumajang: Luka Fisik dan Rekaman CCTV Jadi Bukti Berbeda - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kriminal · 29 Mei 2025 10:33 WIB ·

Sengketa Pedagang Es Krim dan Satpol PP Lumajang: Luka Fisik dan Rekaman CCTV Jadi Bukti Berbeda


 Sengketa Pedagang Es Krim dan Satpol PP Lumajang: Luka Fisik dan Rekaman CCTV Jadi Bukti Berbeda Perbesar

Lumajang, – Di balik hiruk-pikuk Alun-alun Lumajang yang biasanya ramai dengan pedagang dan pengunjung, sebuah kisah pilu menyelimuti seorang pedagang es krim bernama Misrat (50).

Peristiwa yang terjadi pada Minggu pagi, 11 Mei 2025, bukan hanya menggores luka fisik, tapi juga memicu kontroversi dan kegelisahan masyarakat terhadap aparat penegak ketertiban.

Misrat, warga Desa Tegal Ciut, Kecamatan Klakah, Lumajang, mengawali harinya seperti biasa dengan mengayuh gerobak es krim ke pusat kota.

Namun, pagi itu berbeda. Saat ia menempatkan gerobaknya di trotoar depan Masjid Agung KH. Anas Mahfud, petugas Satpol PP mendatangi dan menegur agar ia tidak berjualan di area tersebut. “Awalnya saya ditegur tidak boleh jualan, padahal sebelumnya tidak ada pengumuman larangan,” kata Misrat.

Ketegangan memuncak ketika lima oknum Satpol PP diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap Misrat. Ia mengaku dipukuli dan dipiting, hingga mengalami luka sobek di pipi kiri, lebam di wajah, dan mata memerah.

Luka-luka itu membutuhkan penanganan medis dan visum yang kemudian menjadi bukti laporan resmi ke Polres Lumajang. Namun, kisah ini tidak berhenti pada pengakuan korban. Pihak Satpol PP membantah keras tuduhan pengeroyokan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Lumajang, Mochammad Chaidir Sholeh, mengklaim bahwa luka Misrat disebabkan oleh insiden tidak sengaja, saat petugas hendak memindahkan gerobak dan alat komunikasi (HT) menyenggol korban.

“Jadi ini kan teman-teman mau menggeser dagangannya, yang bersangkutan kayak gak terima, kebetulan petugas ada yang bawa HT terus tersenggol, nah itu dianggap pengeroyokan,” terang Chaidir, Rabu (14/5/2025).

Polres Lumajang pun masih berada di persimpangan fakta. Kapolres AKBP Alex Sandy Siregar menyatakan hasil pemeriksaan rekaman CCTV di lokasi tidak menunjukkan adanya pemukulan.

Menurutnya, luka korban muncul karena gerakan memberontak saat hendak diamankan, bukan akibat kekerasan.

“Hasil pemeriksaan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian tidak ada pemukulan sama sekali,” kata Alex saat dikutip, Kamis (29/5/25).

“Hasil pemeriksaan (CCTV) malah itu betul-betul tersenggol karena korban bergerak aktif memberontak saat diamankan, ada bukti CCTV-nya,” tambah Alex.

Artikel ini telah dibaca 403 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terparkir di Teras Rumah Pacar, Motor Scoopy Warga Lumajang Raib Digondol Maling

3 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dinsos Lumajang Catat 29 Kasus Kekerasan terhadap Anak Selama 2026

24 Juli 2026 - 10:45 WIB

Solikin Hadiri Pemusnahan Miras, DPRD Dukung Penegakan Perda

23 Juli 2026 - 16:55 WIB

Dua Tersangka Ditahan, Satu Sudah Jalani Vonis Perkara Lain

23 Juli 2026 - 16:11 WIB

Kejari Jember Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Bank Jatim Capem Kalisat, Kerugian Negara Ditaksir Rp3 Miliar

23 Juli 2026 - 16:04 WIB

Kajari: Tidak Ada Izin Bupati, Miras di Lumajang Diproses Hukum

23 Juli 2026 - 10:54 WIB

Trending di Kriminal