Terungkap! Santri Pemberi HCL Tertawa Saat Korban Muntah, Ini Pengakuan Saksi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 2 Okt 2025 09:05 WIB ·

Terungkap! Santri Pemberi HCL Tertawa Saat Korban Muntah, Ini Pengakuan Saksi


 Terungkap! Santri Pemberi HCL Tertawa Saat Korban Muntah, Ini Pengakuan Saksi Perbesar

Lumajang, – Peristiwa tragis menimpa sejumlah santri di Pondok Pesantren Asy Syarifiy Lumajang setelah dua di antaranya mengalami keracunan berat akibat meminum cairan Hydrochloric Acid (HCL) yang disangka sebagai minuman soda.

Dalam kejadian ini, seorang santri berinisial A diduga memberikan cairan berbahaya tersebut tanpa memberi peringatan, bahkan tertawa saat korban mulai muntah-muntah.

Yasir Reihan Nur Syafa’at, rekan korban sekaligus saksi mata, mengungkapkan detik-detik yang mengejutkan tersebut kepada wartawan, Kamis (2/10/2025).

Dalam keterangannya, Yasir menyebut saat itu santri A sedang tiduran di kamar sambil memegang botol minuman berwarna hijau. Korban pertama, Dewangga, datang dan meminta botol tersebut karena mengira itu adalah minuman ringan.

Baca juga: Sinergi Polri dan IPSI Diapresiasi, Kapolres Lumajang Diganjar Penghargaan di Hari Kesaktian Pancasila

“Dewa bilang minta ke santri A, dan langsung dikasih,” jelas Yasir.

Beberapa detik setelah meminum cairan tersebut, Dewangga mulai muntah hebat. Tak lama kemudian, santri lain bernama Azril juga ikut meminum cairan yang sama dan mengalami gejala serupa.

Baca juga: Konflik Terbuka Bupati vs Wakil Bupati di Jember dan Sidoarjo, Pemerintahan Terancam Mandek

Namun, yang paling mengejutkan menurut Yasir adalah reaksi dari santri A yang justru tertawa saat melihat kondisi temannya yang kesakitan.

“Setelah Dewa mulai muntah-muntah, A malah tertawa dan tidak bilang apa-apa. Padahal dia tahu itu bukan air biasa, tapi cairan berbahaya,” tegas Yasir.

Santri A baru mengakui bahwa cairan dalam botol tersebut adalah HCL (asam klorida) ketika Dewangga, Azril, dan satu santri lain bernama Rama akan dibawa ke rumah sakit.

“Dia baru ngaku waktu ketiganya mau dibawa ke rumah sakit. Baru bilang kalau itu cairan kimia, bukan minuman soda,” ungkap Yasir.

Beruntung, Rama yang sempat hendak meminum cairan tersebut mengurungkan niatnya di detik-detik terakhir, sehingga tidak mengalami dampak apa pun.

Akibat cairan HCL yang diminumnya, Dewangga mengalami penyumbatan saluran pencernaan dari lambung ke usus, sehingga tidak bisa makan secara normal. Kini ia harus disuntikkan susu khusus melalui selang setiap satu jam.

Dokter memperkirakan Dewangga akan menjalani pengobatan intensif hingga enam bulan ke depan, sebelum akhirnya dilakukan tindakan operasi.

Sementara itu, Azril masih dalam masa pemulihan, meski kondisinya tidak separah Dewangga. Rama, yang tidak sempat meminum cairan tersebut, kini telah kembali ke pesantren dan melanjutkan aktivitas belajar.

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Masa Tanam, Sawah di Lumajang Keburu Diterjang Banjir

21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Lumajang Patroli Cek Pemasangan CCTV dan PJU di Sukodono

20 Mei 2026 - 01:13 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Biting, Penanganan Dimulai Awal Juni

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Pemerintahan, Inspektorat Disebut Jadi Pisau Pengawasan

18 Mei 2026 - 12:52 WIB

Mengantar hingga Ujung Jalan, Keluarga Jemaah Haji Lumajang Lepas

17 Mei 2026 - 03:56 WIB

Jemaah Haji Risiko Tinggi asal Lumajang Diberangkatkan dengan Pendampingan Khusus

16 Mei 2026 - 18:05 WIB

Trending di Daerah