Tujuh Kecamatan di Lumajang Terancam Krisis Air Bersih - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 4 Mei 2026 14:08 WIB ·

Tujuh Kecamatan di Lumajang Terancam Krisis Air Bersih


 Tujuh Kecamatan di Lumajang Terancam Krisis Air Bersih Perbesar

Lumajang, – Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino 2026 mendorong Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat langkah antisipasi, termasuk mencari sumber air alternatif di sejumlah wilayah yang diperkirakan terdampak.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, sedikitnya tujuh kecamatan diproyeksikan mengalami krisis air bersih pada musim kemarau mendatang.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Senduro, Padang, dan Tempeh.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi, mengatakan pemerintah daerah saat ini tidak hanya melakukan pemetaan wilayah rawan, tetapi juga mulai menyiapkan skenario penanganan untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

“Selain pemetaan wilayah, kami juga akan berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memperkuat suplai air bersih,” katanya, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, koordinasi dengan PDAM menjadi penting untuk memastikan distribusi air tetap berjalan, terutama di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan sumber air alami. Pemerintah daerah juga mulai mengkaji potensi sumber air alternatif guna mengurangi ketergantungan pada sumber yang ada.

Menurut Yudhi, berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Pada periode tersebut, potensi krisis air bersih diperkirakan meningkat, terutama di wilayah Lumajang bagian utara.

“Selain kekurangan air bersih, kondisi ini juga berpotensi memicu kebakaran hutan,” kata dia.

Ia menambahkan, wilayah seperti Klakah, Ranuyoso, dan Gucialit selama ini kerap mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau panjang.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah