Ujung sebagai Simbol Tolak Bala, Ujub sebagai Doa Leluhur di Desa Kandangan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 28 Jul 2025 18:15 WIB ·

Ujung sebagai Simbol Tolak Bala, Ujub sebagai Doa Leluhur di Desa Kandangan


 Ujung sebagai Simbol Tolak Bala, Ujub sebagai Doa Leluhur di Desa Kandangan Perbesar

Lumajang, – Tradisi tahunan Sedekah Desa di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, tak sekadar menjadi ajang kebudayaan.

Bagi masyarakat setempat, rangkaian ritual ini adalah bentuk ikhtiar spiritual untuk menjaga keselamatan desa dan menolak segala bentuk bala.

Dua tradisi yang paling menonjol dalam prosesi ini adalah Ujub dan Ujung. Keduanya menjadi simbol kuat dari kepercayaan lokal yang masih dipegang teguh oleh warga hingga kini.

Kepala Desa Kandangan, Jumanang, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian Sedekah Desa terdiri dari lima unsur wajib, ujub, romo dukun, ujung, remok, dan Dleweran. Di antara kelima unsur tersebut, ujub dan ujung memiliki fungsi penting sebagai pelindung spiritual desa.

Baca juga: Dari Lokal ke Global, Tradisi Jolen Jadi Magnet Budaya di Lereng Semeru

“Itu memang adatnya seperti itu. Kalau tidak ada ujung, nanti kadang-kadang ada yang kesurupan,” ujar Jumanang saat ditemui, Senin (28/7/25).

Sedangkan, tradisi ujung adalah pertunjukan adu kekuatan secara simbolik menggunakan senjata tradisional, biasanya berupa tongkat atau kayu. Ritual ini dianggap sebagai bentuk penolak bala sebuah cara menjaga desa dari mara bahaya, baik yang kasat mata maupun gaib.

Dalam pelaksanaannya, para lelaki dewasa saling beradu tenaga secara bergantian, bukan untuk melukai, melainkan sebagai simbol keberanian dan penjagaan terhadap desa.

Baca juga: Meriah! Warga Kandangan Berebut Isi Jolen dalam Tradisi Sedekah Bumi

Sementara itu, ujub merupakan ritual pembacaan doa atau niat syukur yang dipanjatkan kepada Tuhan dan para leluhur desa. Dipimpin oleh dukun atau tokoh adat, ujub menjadi pembuka seluruh rangkaian Sedekah Desa.

Di dalamnya terkandung harapan keselamatan, kesuburan, serta perlindungan dari gangguan gaib.

Baca juga: Jolen Satu Suro, Simbol Sakralitas dan Keberkahan Bumi Senduro

“Biar katanya orang Jawa itu sekirwala selamat lah, intinya. Tradisi ini juga dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur, termasuk nenek moyang yang disebut nenek musyahidat,” tambah Jumanang.

Setiap tahun, tradisi ini dihadiri tidak hanya oleh warga Desa Kandangan, tetapi juga oleh masyarakat dari luar desa. Mereka datang untuk menyaksikan langsung jalannya ritual sakral yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

“Bukan hanya warga sini saja yang datang, warga dari luar desa ini juga datang untuk menyaksikan serta ikut serta dalam pertunjukan ini,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah