Lumajang, – Dua kecelakaan lalu lintas terjadi secara beruntun di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Kejadian ini kembali menyoroti risiko tinggi yang ditimbulkan oleh truk pasir di jalan umum, yang tidak jarang menjadi pemicu kecelakaan di wilayah selatan Lumajang.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Rasmin, mengakui bahwa pihaknya hanya mampu melakukan pengawasan dan langkah-langkah preventif.
“Petugas kami setiap hari stand by mulai pagi hingga malam di titik rawan seperti Hutan Jati Sumber Wuluh dan JLS Bago Pasirian,” katanya, saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Jumat (6/2/2026).
Meski begitu, Rasmin menegaskan kepatuhan pengemudi truk terhadap pembatasan jam operasional tidak sepenuhnya berada di bawah kewenangan Dishub.
“Upaya kami bersifat pengawasan. Jika pengemudi melanggar, sanksi tegas seperti pencabutan SIPP hanya bisa diterapkan oleh provinsi,” ucap dia.
“Dan yang harus dipahami masyarakat, untuk menciptakan kepatuhan para pengemudi truck pasir dalam menaati aturan pembatasan jam operasional, tidak mutlak menjadi kewenangan Dishub, tapi ada kewenangan institusi lain untuk penegakan hukumnya,” tambahnya.
Rasmin menyebutkan Dishub bersinergi dengan Satlantas Polres Lumajang dalam pencatatan kecelakaan. Namun, penegakan hukum tetap berada di tangan institusi lain.
“Masyarakat bisa memanfaatkan portal pengaduan, Sambat Bunda,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan