Pengelolaan Sampah Mandiri Lumajang untuk Desa - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 26 Apr 2026 17:59 WIB ·

Desa Jadi Kunci, Lumajang Percepat Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Warga


 Desa Jadi Kunci, Lumajang Percepat Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Warga Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang mengarahkan penanganan sampah dengan fokus pada desa. Pemerintah menilai pendekatan berbasis masyarakat sebagai cara paling efektif untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Hingga April 2026, sebanyak 45 desa telah menjalankan sistem pengelolaan sampah mandiri. Jumlah ini memang belum mencakup seluruh 198 desa dan 7 kelurahan, tetapi sudah menunjukkan perubahan arah kebijakan. Pemerintah mulai mengurangi ketergantungan pada sistem angkut terpusat dan mendorong pengelolaan langsung di tingkat lokal.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa desa memegang peran penting dalam pengelolaan sampah. Ia menilai pemerintah harus menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya, bukan hanya di hilir.

“Kalau pengelolaan dimulai dari desa, beban pengangkutan akan berkurang. Masyarakat juga belajar bertanggung jawab atas sampahnya sendiri,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Pemerintah menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima kebijakan. Warga desa mulai memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali sampah dalam aktivitas sehari-hari.

Sistem mandiri ini menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Pada saat yang sama, sistem ini membangun kesadaran baru bahwa sampah memiliki nilai dan bisa dikelola.

Pemerintah mengarahkan program “Lumajang Asri” untuk memperkuat peran desa. Pemerintah tidak hanya membuat aturan, tetapi juga memberikan pendampingan dan edukasi. TNI dan Polri juga ikut terlibat dalam proses ini.

Bunda Indah menilai keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi desa. Jika sistem berjalan baik, dampaknya tidak hanya terlihat pada kebersihan, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat.

Pengelolaan sampah mandiri juga membuka peluang ekonomi. Warga bisa menghasilkan kompos, bahan daur ulang, dan produk bernilai jual. Aktivitas ini ikut menggerakkan ekonomi lokal.

Namun, tidak semua desa memiliki kesiapan yang sama. Sebagian desa masih menghadapi keterbatasan sumber daya dan infrastruktur. Pemerintah terus melakukan pembinaan bertahap untuk mempercepat kesiapan desa.

Langkah ini menjadi investasi jangka panjang. Desa yang mampu mengelola sampah secara mandiri akan mengurangi beban sistem pengangkutan dan menekan risiko penumpukan sampah.

Di tengah meningkatnya volume sampah, strategi ini menjadi semakin relevan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada sistem besar, tetapi memperkuat peran unit terkecil dalam masyarakat.

Lumajang kini membangun fondasi baru. Tanggung jawab lingkungan dimulai dari rumah, dikelola di desa, dan memberi dampak bagi daerah.

Perubahan itu tumbuh dari desa. Warga tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wabup Yudha Dorong Pramuka Lumajang Terapkan Konsep Learning, Creating, and Solving

15 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pesan Bupati Lumajang: Jauhi Narkoba, Miras, dan Polarisasi Digital

14 Agustus 2026 - 12:43 WIB

TMMD ke-129 Ditutup di Lumajang, 840 Meter Jalan Rabat Beton dan 11 Program Warga Tuntas

13 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Tiga Tahun Menatap Langit, Balai Desa Pandansari Masih Menunggu Genteng Pulang

11 Agustus 2026 - 18:45 WIB

DPMD Lumajang Belum Terima Laporan Terbaru Pemasangan CCTV, WiFi Dusun dan PJU

11 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Keluarga Pasien Meninggal di RSUD Haryoto: Setelah Meninggal Tak Ada Penjelasan dari Rumah Sakit

10 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Trending di Daerah