Bupati Lumajang Ancam Pecat ASN Terlibat Narkoba, Tes Urine Digelar Mendadak - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Kriminal · 30 Apr 2026 10:56 WIB ·

Bupati Lumajang Ancam Pecat ASN Terlibat Narkoba, Tes Urine Digelar Mendadak


 Bupati Lumajang Ancam Pecat ASN Terlibat Narkoba, Tes Urine Digelar Mendadak Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan tidak akan mentolerir aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Sebagai langkah awal pengawasan, sebanyak 364 pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang menjalani tes urine mendadak pada Kamis (30/4/2026).

Tes urine tersebut digelar menyusul penangkapan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam kasus dugaan transaksi narkoba. PNS berinisial HP (44), warga Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, ditangkap Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Lumajang pada Selasa, 28 April 2026.

HP diketahui merupakan PNS golongan I D yang bertugas sebagai petugas kebersihan atau penyapu jalan di DLH Lumajang.
Indah mengatakan seluruh pegawai DLH wajib mengikuti tes urine tanpa pengecualian. Bagi pegawai yang tidak hadir, petugas akan mendatangi langsung ke rumah untuk memastikan pemeriksaan tetap dilakukan.

“Semua harus ikut tes. Kalau tidak hadir, akan kami datangi ke rumahnya,” kata Indah di Kantor DLH Lumajang, Kamis.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan memberikan toleransi terhadap ASN maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang terbukti terlibat narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar.

“Saya tidak kompromi soal narkoba. ASN atau PPPK kalau terbukti, mau itu pemakai atau pengedar, akan kami keluarkan surat pemberhentian,” ungkapnya.

Menurut Indah, tes urine juga akan dilakukan secara berkala dan mendadak di organisasi perangkat daerah lain. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran.

Ia menyebut biaya tes urine lengkap berkisar antara Rp 135 ribu hingga Rp 450 ribu per orang. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya melaksanakan pemeriksaan secara menyeluruh.

“Dinas lain akan menyusul. Terus terang anggarannya tidak ada, tapi saya paksakan dan saya minta tes yang lengkap,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Lumajang: ASN yang Terbukti Memainkan Pajak Pasir Ditindak, Bukan Dipindah

30 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Tes Urine 11 Orang Negatif, Polisi Temukan Lima Klip Diduga Sabu di Karaoke Lumajang

19 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Dua Sapi Raib dari Kandang, Rasa Aman Peternak Lumajang Jadi Taruhan

15 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Satresnarkoba Lumajang Janjikan Razia Berkala di Tempat Hiburan Malam

15 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Lumajang Terbongkar

12 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Tuntutan CSR dan Lahan Plasma Berujung Blokade Jalan, 2 Orang Diamankan Polisi

7 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Trending di Kriminal