Bupati Lumajang Ancam Pecat ASN Terlibat Narkoba, Tes Urine Digelar Mendadak - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Kriminal · 30 Apr 2026 10:56 WIB ·

Bupati Lumajang Ancam Pecat ASN Terlibat Narkoba, Tes Urine Digelar Mendadak


 Bupati Lumajang Ancam Pecat ASN Terlibat Narkoba, Tes Urine Digelar Mendadak Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan tidak akan mentolerir aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Sebagai langkah awal pengawasan, sebanyak 364 pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang menjalani tes urine mendadak pada Kamis (30/4/2026).

Tes urine tersebut digelar menyusul penangkapan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam kasus dugaan transaksi narkoba. PNS berinisial HP (44), warga Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, ditangkap Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Lumajang pada Selasa, 28 April 2026.

HP diketahui merupakan PNS golongan I D yang bertugas sebagai petugas kebersihan atau penyapu jalan di DLH Lumajang.
Indah mengatakan seluruh pegawai DLH wajib mengikuti tes urine tanpa pengecualian. Bagi pegawai yang tidak hadir, petugas akan mendatangi langsung ke rumah untuk memastikan pemeriksaan tetap dilakukan.

“Semua harus ikut tes. Kalau tidak hadir, akan kami datangi ke rumahnya,” kata Indah di Kantor DLH Lumajang, Kamis.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan memberikan toleransi terhadap ASN maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang terbukti terlibat narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar.

“Saya tidak kompromi soal narkoba. ASN atau PPPK kalau terbukti, mau itu pemakai atau pengedar, akan kami keluarkan surat pemberhentian,” ungkapnya.

Menurut Indah, tes urine juga akan dilakukan secara berkala dan mendadak di organisasi perangkat daerah lain. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran.

Ia menyebut biaya tes urine lengkap berkisar antara Rp 135 ribu hingga Rp 450 ribu per orang. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya melaksanakan pemeriksaan secara menyeluruh.

“Dinas lain akan menyusul. Terus terang anggarannya tidak ada, tapi saya paksakan dan saya minta tes yang lengkap,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tes Narkoba Meluas ke Dinas Lain, Pemkab Lumajang Akui Terkendala Anggaran

30 April 2026 - 11:01 WIB

Buntut Penangkapan PNS, Bupati Lumajang Gelar Tes Urine Massal di DLH

30 April 2026 - 10:50 WIB

Rencana Mutasi Gagal, PNS DLH Lumajang Keburu Ditangkap Polisi Kasus Narkoba

30 April 2026 - 10:33 WIB

SEMMI desak Pemerintah Daerah Lumajang lakukan test urin acak di kalangan ASN

29 April 2026 - 21:21 WIB

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Bekuk PNS Diduga Pengedar Sabu

29 April 2026 - 19:48 WIB

Dindikbud Lumajang Terseret Kasus Narkoba, Satu Tersangka dari Tenaga Pihak Ketiga

28 April 2026 - 17:48 WIB

Trending di Kriminal