Lumajang, – Banjir yang melanda Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, menyebabkan kerugian pada sektor peternakan dan pertanian warga.
Selain merendam ratusan rumah, banjir akibat luapan Sungai Menjangan itu memaksa warga mengevakuasi ternak dan mengancam hasil panen petani.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang dr Rofiah mengatakan sebanyak 15 ekor sapi milik warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman setelah kandang ternak terendam banjir.
“Dampak banjir Kutorenon untuk ternak 15 ekor sapi sudah diungsikan dan saat ini sudah berada di tempat aman,” kata Rofiah melalui sambungan telepon pada Jumat (15/5/2026).
Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional Jawa Timur Iskak Subagio menyebut sedikitnya 60 hektar lahan pertanian terdampak banjir.
Dari total lahan tersebut, sekitar 20 hektar merupakan sawah yang ditanami padi. Sementara sisanya ditanami tebu dan jagung.
“Perkiraan luas dampak sekitar 60 hektar, 20 hektar itu tanaman padi,” katanya.
Ia menjelaskan, tanaman padi dan tebu yang terendam banjir sebagian besar sudah memasuki masa panen. Kondisi itu membuat petani terancam mengalami gagal panen dan kerugian ekonomi.
Adapun tanaman jagung yang masih berada pada fase vegetatif berisiko mengalami busuk batang apabila kembali terendam banjir.
“Kalau yang jagung masih masa vegetatif, tapi kalau terendam banjir lagi risikonya akan mengalami busuk batang,” jelasnya.
Sebelumnya, banjir yang terjadi pada Jumat dini hari itu merendam sekitar 300 rumah warga di Desa Kutorenon. Empat warga juga sempat dilarikan ke Puskesmas Sukodono karena mengalami kedinginan akibat banjir.
Tinggalkan Balasan