Lumajang, – Niat meminta bantuan untuk mempermudah proses pindahan justru berujung kehilangan bagi KF, penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kabupaten Lumajang.
Uang tunai sebesar Rp 2,5 juta miliknya dilaporkan hilang saat proses pemindahan barang dari Rusunawa menuju rumah barunya.
Peristiwa itu terjadi sekitar dua pekan lalu ketika KF bersiap meninggalkan Rusunawa setelah berhasil memiliki hunian pribadi.
Dalam proses pindahan tersebut, ia meminta bantuan seorang petugas kebersihan yang bekerja di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang.
Namun, bantuan yang semula diharapkan dapat meringankan pekerjaan justru berubah menjadi persoalan. Uang yang disimpan di dalam kamar Rusunawa dilaporkan raib di tengah aktivitas pemindahan barang.
Sekretaris DPKP Lumajang, Iin Suhariyati, mengatakan berdasarkan hasil investigasi internal, terduga pelaku berinisial JP diduga mengambil uang milik korban saat membantu mengangkut barang.
“Korban berencana keluar pindahan dari Rusunawa karena sudah memiliki hunian pribadi. Di saat pindahan tersebut, korban meminta tolong kepada pelaku untuk mengangkat barang-barang yang ada di kamar untuk dibawa turun ke kendaraan pengangkutan. Diduga saat mengangkat barang korban tersebut, pelaku melakukan tindakan pengambilannya,” kata Iin, Jumat (5/6/2026).
Meski kejadian berlangsung sekitar dua minggu sebelumnya, korban baru melaporkan kehilangan tersebut kepada DPKP Lumajang pada Selasa, 2 Juni 2026. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan proses investigasi dan mediasi yang melibatkan kedua belah pihak.
Menurut Iin, JP merupakan tenaga outsourcing yang bertugas sebagai petugas kebersihan. Ia bukan aparatur sipil negara maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja di lingkungan DPKP Lumajang.
“Untuk pelaku adalah pegawai outsourcing tenaga kebersihan. Bukan ASN dan PPPK di DPKP,” tuturnya.
Sebagai konsekuensi atas perbuatannya, JP telah diberhentikan dari pekerjaannya. Sementara itu, kasus tersebut tidak berlanjut ke proses hukum setelah uang yang diambil dikembalikan kepada korban.
“Info terakhir saat kami melakukan investigasi bersama pelaku dan korban, uang yang diambil sudah dikembalikan oleh pelaku dan tidak ada rencana pelaporan ke aparat hukum,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan