Fenomena Ikan Mabuk di Ranu Klakah Turunkan Harga Ikan, Petani Panen Dini Hindari Kerugian - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 12 Jul 2026 10:36 WIB ·

Fenomena Ikan Mabuk di Ranu Klakah Turunkan Harga Ikan, Petani Panen Dini Hindari Kerugian


 Fenomena Ikan Mabuk di Ranu Klakah Turunkan Harga Ikan, Petani Panen Dini Hindari Kerugian Perbesar

Lumajang, – Fenomena ribuan ikan mabuk kembali terjadi di Danau Ranu Klakah, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Minggu (12/7/2026).

Peristiwa yang berlangsung selama dua hari terakhir itu tidak hanya menarik ratusan warga untuk berburu ikan, tetapi juga berdampak pada petani keramba dan harga ikan di pasaran.

Sejak pagi, warga memadati kawasan danau dengan membawa jala, jaring, tombak, hingga perahu tradisional. Ikan-ikan yang naik ke permukaan dalam kondisi lemas dengan mudah ditangkap.

Selain dipicu suhu udara yang menurun drastis selama musim kemarau, sebagian warga menduga fenomena tersebut berkaitan dengan keluarnya kandungan belerang dari kawasan Gunung Lemongan yang berada di sekitar Danau Ranu Klakah.

Dampak paling besar dirasakan petani ikan keramba. Ribuan ikan budidaya mengalami kondisi lemas, bahkan sebagian mati, sehingga petani memilih mempercepat masa panen untuk menekan kerugian.

Narwi, salah seorang petani ikan keramba, mengatakan panen dini menjadi satu-satunya pilihan agar ikan masih memiliki nilai jual.

“Sekarang terpaksa dipanen lebih cepat karena kalau dibiarkan bisa mati semua,” kata Narwi.

Melimpahnya hasil tangkapan warga dan panen dini dari keramba membuat pasokan ikan meningkat tajam. Akibatnya, harga ikan nila dan mujair yang biasanya dijual Rp33 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram turun menjadi Rp20 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram.

Yulis, pedagang ikan dadakan di sekitar danau, mengatakan harga diturunkan agar ikan cepat habis terjual.

“Harga lebih murah memang. Kalau ikut harga normal tidak ada warga yang beli, karena ikan akibat fenomena koyo,” katanya.

Fenomena tahunan tersebut juga menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Selain ingin menyaksikan langsung peristiwa ikan mabuk, banyak pengunjung memanfaatkan momen itu untuk membeli ikan dengan harga lebih murah.

“Pengen tahu ikan mabuk atau koyo ini, soalnya memang setahun sekali ada fenomena ini. Sekalian juga mau beli ikannya, pengen merasakan,” kata Zuraimi, salah seorang pengunjung.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kaki Tak Lagi Utuh, Semangat Tak Pernah Patah: Nanik Menjaga Usaha Warisan Sejak 1946

26 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Data Desil 1-5 Dipersoalkan, DPRD Lumajang Dorong Verifikasi Langsung ke Lapangan

26 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Mayat Pria Diperkirakan Berusia 58 Tahun Ditemukan di Pantai Pandanwangi Lumajang

26 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Gunung Lemongan hingga Pegunungan Gajah Mungkur Rawan Karhutla, BPBD Lumajang Perkuat Mitigasi

26 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Bukit Sentong Lumajang Terbakar Sekitar 1 Hektare, Pendinginan Masih Berlangsung

25 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Sepanjang 2026, Empat ASN Lumajang Mundur: Tiga PNS Sakit dan Satu PPPK Ikut Suami

25 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Trending di Daerah