Jenggolo Tape Fest 2027: Semua yang Perlu Diketahui - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 18 Agu 2026 18:41 WIB ·

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Tampil Lebih Besar


 Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Tampil Lebih Besar Perbesar

Tape ketan Wonokerto punya peluang untuk dikenal lebih luas. Bahkan, produk lokal yang selama ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat tersebut didorong untuk menembus pasar yang lebih besar.

Peluang itu muncul melalui Jenggolo Tape Fest. Pelaksanaan tahun 2026 menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi Desa Wonokerto, termasuk tape ketan dan kawasan wisata Bukit Jenggolo.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong penyelenggaraan Jenggolo Tape Fest 2027 agar tampil lebih matang dan memiliki daya tarik yang lebih luas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menyampaikan dorongan tersebut saat menghadiri Sedekah Desa Wonokerto dan Jenggolo Tape Fest 2026 di Bukit Jenggolo, Minggu (16/8/2026).

Jenggolo Tape Fest 2027 Ditargetkan Lebih Besar

Agus Triyono menilai pelaksanaan Jenggolo Tape Fest 2026 dapat menjadi bahan evaluasi.

Dengan demikian, panitia memiliki kesempatan untuk menyiapkan konsep yang lebih kuat pada tahun berikutnya.

“Saya menantang panitia membuat gelaran 2027 lebih besar dan mampu mengenalkan produk lokal kepada masyarakat luar daerah hingga wisatawan mancanegara,” kata Agus.

Menurutnya, pengembangan festival juga perlu melibatkan masyarakat sejak awal.

Dengan keterlibatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penonton. Mereka juga dapat menjadi bagian dari proses pengembangan festival dan produk lokal.

Selain itu, penyelenggara dapat memperkuat konsep acara secara bertahap. Harapannya, Jenggolo Tape Fest semakin memiliki identitas yang kuat.

Bukit Jenggolo Punya Potensi Jadi Agrowisata

Agus juga melihat potensi besar di kawasan Bukit Jenggolo.

Menurutnya, kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai destinasi agrowisata. Potensi alam tersebut dapat dipadukan dengan tradisi Sedekah Desa, kesenian, dan produk lokal.

“Jenggolo punya potensi besar untuk dikenal dunia. Festivalnya kita kuatkan, dan tape ketannya kita dorong menjadi produk unggulan yang mendunia,” ujarnya.

Karena itu, pengembangan Jenggolo tidak hanya berfokus pada festival.

Di sisi lain, produk lokal juga membutuhkan identitas yang kuat agar mudah dikenali masyarakat.

Agus mengusulkan ikon khusus berupa tumpeng tape untuk memperkuat karakter kegiatan.

Selain itu, ia mendorong generasi muda dan mahasiswa KKN ikut merancang branding serta tagline untuk tape ketan Wonokerto.

Keterlibatan generasi muda diharapkan dapat menghadirkan ide kreatif. Dengan begitu, produk tradisional tetap memiliki nilai budaya sekaligus tampil lebih menarik di era modern.

Dari Sedekah Desa, Tape Ketan Menuju Produk Unggulan

Agus berharap pengemasan festival dapat berkembang secara bertahap.

Setiap rangkaian kegiatan dapat memiliki nilai dan daya tarik yang semakin kuat. Namun, pengembangan tersebut tetap harus menjaga tradisi yang sudah tumbuh di masyarakat.

“Jadi rangkaian kegiatan dalam festival Sedekah Desa itu dari awal sampai akhir nilainya meningkat terus,” tuturnya.

Sementara itu, Jenggolo Tape Fest 2026 menghadirkan berbagai kesenian tradisional.

Selain itu, panitia membagikan 5.000 porsi tape ketan secara gratis kepada masyarakat.

Warga juga mengikuti tradisi berbagi hasil bumi di kawasan Bukit Jenggolo.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tape ketan bukan sekadar produk makanan.

Tape ketan juga menjadi bagian dari tradisi dan identitas masyarakat Desa Wonokerto.

Karena itu, pengembangan Jenggolo Tape Fest dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan budaya, wisata, dan produk lokal secara bersamaan.

Pada akhirnya, Jenggolo Tape Fest 2027 diharapkan tidak hanya menjadi festival tahunan.

Lebih dari itu, festival tersebut dapat menjadi pintu untuk memperkenalkan Bukit Jenggolo dan tape ketan Wonokerto kepada masyarakat luar daerah hingga wisatawan mancanegara.

Dari tradisi desa, lahir produk lokal. Dari produk lokal, tumbuh potensi wisata. Dan dari Jenggolo, cerita tentang Wonokerto diharapkan bisa melangkah semakin jauh.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Lumajang Siapkan Penataan Kabel Internet, Alun-Alun hingga Jalan PB Sudirman Jadi Prioritas

18 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Tak Ada Asap dan Titik Api, BPBD Lumajang Tetap Waspadai Karhutla di TNBTS

18 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Bendera Diturunkan, Pesan untuk Generasi Muda Lumajang Justru Digaungkan Mas Yudha

18 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Bukan Sekadar Merayakan Kemerdekaan, Bunda Indah Ajak Warga Lumajang Bergerak dan Mengabdi

18 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Saat Sirine Berbunyi, Lumajang Berhenti Sejenak: Mengingat Perjuangan di Detik 10.17

18 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Bukan Sekadar Upacara, Bunda Indah Titip Pesan Penting untuk Warga Lumajang di HUT ke-81 RI

18 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Trending di Daerah