Antrean BBM Mengular, Sopir Lumajang Kehilangan Rit Pengiriman hingga Ojol Batalkan Order - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 8 Sep 2026 14:48 WIB ·

Antrean BBM Mengular, Sopir Lumajang Kehilangan Rit Pengiriman hingga Ojol Batalkan Order


 Antrean BBM Mengular, Sopir Lumajang Kehilangan Rit Pengiriman hingga Ojol Batalkan Order Perbesar

Lumajang, – Antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Lumajang, Selasa (8/9/2026).

Gangguan pasokan Pertalite dan Biosolar yang berlangsung hampir sepekan itu mulai memukul pendapatan pekerja yang menggantungkan penghasilan dari kendaraan.

Bagi sopir truk, waktu yang habis untuk mengantre berarti berkurangnya jumlah perjalanan. Sementara bagi pengemudi ojek online (ojol), antrean BBM membuat pesanan pelanggan harus dilepas.

Hasan, sopir truk pengangkut tebu asal Desa Kedawung, Kecamatan Padang, mengaku harus mengantre lebih dari setengah jam di SPBU Sukodono. Sebelumnya, ia mendapati stok solar di SPBU Pasirian kosong.

“Dampak paling utama ya pengiriman, mulai satu sampai dua jam terlambatnya,” katanya.

Keterlambatan tersebut berdampak pada pengiriman tebu ke Pabrik Gula Semboro Jember. Dari target normal tiga kali pengiriman dalam sehari, Hasan kehilangan satu rit.

“Full tangki dapat mengirim sebanyak 3 kali pengiriman, kalau normal bisa lebih. Tapi kalau sekarang saya kehilangan satu rit, biasanya kalau satu rit Rp 350.000 hingga Rp 400.000 tergantung beratnya,” ujar Hasan.

Sami’an, sopir truk semen asal Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, mengalami persoalan serupa.

Ia mengaku mengantre sejak pukul 09.00 WIB hingga lebih dari satu jam di SPBU Sukodono. Sistem kerja borongan yang mengandalkan jumlah perjalanan ikut terganggu.

“Kami sopir kan borongan, biasanya dapat 3 kali angkut. Gara-gara antre cuma bisa sekali angkut,” tutur Sami’an.

Dalam satu kali perjalanan, Sami’an mendapatkan upah Rp50.000. Berkurangnya dua kali perjalanan membuatnya kehilangan potensi pendapatan hingga Rp100.000 dalam sehari.
Ia bahkan sempat membeli solar eceran agar pengiriman tetap berjalan.

“Golek eceran, tidak nutut waktunya sampai beli eceran dengan harga Rp 45.000 hingga Rp 50.000. Dapat 5 liter cuma,” lanjut Sami’an.

Dampak antrean BBM juga dirasakan Holil, pengemudi ojol asal Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko.

Holil mengatakan dirinya sudah tiga kali mendatangi SPBU untuk mencari Pertalite. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menerima pesanan justru habis untuk berburu BBM.

“Sudah tiga kali antre SPBU, di Bago tadi saya cari tidak ada, sekarang SPBU ketiga. Pembatalan orderan sudah otomatis terjadi, ada mungkin 3 orderan terpaksa dibatalkan, la wong antre BBM,” kata Holil.

Menurut Holil, mencari Pertalite di tingkat pengecer juga tidak mudah. Stok BBM di pengecer sempat kosong.

“Sempat kemarin cari Pertalite tidak ada barangnya (di SPBU) jadi tidak bisa kerja. Cari eceran juga tidak ada,” ucapnya.

Kesulitan mendapatkan BBM subsidi tidak hanya dialami pekerja jalanan.

Widi, warga Kecamatan Yosowilangun, harus menempuh jarak 17 kilometer menuju Kecamatan Lumajang untuk mendapatkan Pertalite.

“Tadi sudah tiga pom (SPBU) kosong semua, baru dapat di sini (Kecamatan Lumajang), itu pun antreannya panjang,” katanya.

Ramdan, warga Kecamatan Gucialit, mengatakan kesulitan mendapatkan BBM telah dirasakan sejak awal September 2026.

“Kadang sudah antre lama malah kehabisan akhirnya harus pindah pom lagi. Harapannya segera normal lagi, ini sudah satu minggu seperti ini,” ungkap Ramdan.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus membenarkan adanya gangguan pasokan BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar di wilayah Lumajang dan sekitarnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan gangguan distribusi dipicu kemacetan panjang sepanjang 12 kilometer di kawasan Ketapang, Banyuwangi.

Kemacetan tersebut terjadi akibat proyek revitalisasi kapasitas dermaga ASDP dan berdampak terhadap waktu tempuh mobil tangki menuju SPBU.

“Antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU, dipicub oleh kendala distribusi akibat kemacetan panjang di wilayah Ketapang, Banyuwangi yang berdampak pada waktu tempuh mobil tangki menuju SPBU,” terang Ahad.

Selain gangguan distribusi, Pertamina menyebut kondisi tersebut diperparah oleh panic buying masyarakat yang khawatir kehabisan BBM.

Untuk mengatasi gangguan pasokan, Pertamina melakukan alih suplai dari Integrated Terminal (IT) Surabaya dan IT Malang. Pengiriman BBM tidak lagi hanya bergantung pada IT Tanjungwangi Banyuwangi.

“Pada 5 September 2026, realisasi supply Pertalite telah mencapai sekitar 110 persen yang menunjukkan bahwa proses build up stok di SPBU mulai berjalan,” jelas Ahad.

Antrean kendaraan yang mengular hingga badan jalan membuat Polres Lumajang menyiagakan personel di sejumlah SPBU.

Selain mengatur arus lalu lintas, polisi melakukan patroli untuk mengantisipasi potensi penimbunan BBM.

Kasat Samapta Polres Lumajang AKP Agus Sugiharto meminta masyarakat tidak melakukan penimbunan.

“Kami terus berpatroli, dan mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan penimbunan. Karena kalau ada penimbunan akan bisa diproses secara pidana,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Truk ODOL Angkut Triplek Berbahaya, Dishub Akui Tak Sesuai Kapasitas, Polisi: Bisa Ditilang

9 September 2026 - 10:09 WIB

Jember Kekurangan Pertalite, Warganya Beralih ke Lumajang: Stok 252 Kiloliter

9 September 2026 - 08:49 WIB

Warga Tempuh 17 Km Cari Pertalite, Pertamina Ungkap Distribusi Terganggu Macet Ketapang

8 September 2026 - 11:07 WIB

Tiga SPBU Kosong, Warga Tempuh 17 Kilometer untuk Cari Pertalite di Lumajang

8 September 2026 - 10:17 WIB

359,666 Km Kabel Internet Membentang di Lumajang, PAD Tembus Rp57 Juta

7 September 2026 - 14:05 WIB

Desil Naik Jadi 5, Penjual Bakso Lumajang Kehilangan PKH Rp600 Ribu Tiap 3 Bulan

7 September 2026 - 11:23 WIB

Trending di Daerah