Kemenpora Pantau Atlet Diaspora untuk Prestasi Olahraga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Kesehatan dan Olah Raga · 21 Des 2023 15:00 WIB ·

Kemenpora Pantau Atlet Diaspora untuk Prestasi Olahraga


 Kemenpora Pantau Atlet Diaspora untuk Prestasi Olahraga Perbesar

Jakarta – Kemenpora Pantau 600 Atlet Diaspora. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI tidak hanya fokus pada program naturalisasi pemain diaspora dalam sepak bola, namun juga melibatkan atlet diaspora untuk berbagai cabang olahraga. Kemenpora Pantau Atlet Diaspora untuk mengetahui potensi prestasi di bidang olah raga.

Data resmi Kemenpora mencatat ada 600 atlet diaspora yang tersebar dalam 14 cabang olahraga. Cabang olahraga tersebut termasuk sepak bola, basket, voli, dan lainnya.

“Program naturalisasi tidak hanya menargetkan sepak bola, tapi mencakup berbagai cabang olahraga. Saat ini, kami terus melakukan pendataan terhadap atlet diaspora Indonesia di berbagai negara,” ungkap Hamdan Hamedan, Staf Ahli Departemen Diaspora Kemenpora, dalam diskusi Turun Minum di Kemenpora, Kamis (21/12/2023).

Baca juga : Pentingnya Tidur Tepat Waktu Bagi Kesehatan Anda

Menurut Hamdan, pendataan melibatkan atlet diaspora yang memiliki atau berpotensi memiliki paspor Indonesia tanpa perlu naturalisasi. Mereka yang dapat memiliki paspor Indonesia tanpa naturalisasi disebut sebagai “anak berkewarganegaraan ganda terbatas.”

Kemenpora RI menegaskan bahwa program naturalisasi pemain diaspora hanya akan ditujukan kepada atlet yang memiliki garis keturunan Indonesia. “Naturalisasi hanya untuk atlet yang memiliki darah Indonesia, dan ini lebih berfokus pada kepentingan negara daripada klub,” tambah Hamdan.

Baca juga : Ayah Bunuh 4 Anaknya di Jagakarsa, Kini Menyesal!

Meskipun program naturalisasi dianggap sebagai salah satu langkah penting dalam mengembangkan olahraga Indonesia, Kemenpora menekankan bahwa hal tersebut bukan satu-satunya solusi.

Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas Timnas Indonesia. Hal ini melibatkan berbagai elemen seperti bakat, pelatih, klub, dan kompetisi domestik yang berkualitas.

“Untuk mencapai prestasi Timnas yang optimal, kita membutuhkan bakat, pelatih, klub yang solid, adanya kompetisi berkualitas di dalam negeri, dan baru kemudian pemanfaatan talenta diaspora. Timnas harus menjadi tempat bersatunya pemain-pemain terbaik Indonesia,” tegas Hamdan. (Red)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMI Lumajang Terapkan Sistem Siaga Darurat Titik Rawan Saat Arus Mudik Idulfitri 2026

19 Maret 2026 - 16:48 WIB

Demam dan Ruam Merah Belum Tentu Campak, Bisa Juga Penyakit Lain

16 Maret 2026 - 15:56 WIB

Kenali Fase Prodromal Campak, Gejala Awal yang Sering Tidak Disadari

16 Maret 2026 - 15:50 WIB

Waspada Penularan Penyakit, Cium Bayi Bisa Jadi Sarana Perpindahan Virus

16 Maret 2026 - 15:45 WIB

45 Kasus Suspek Campak Ditemukan di Lumajang, Hasil Laboratorium Masih Ditunggu

16 Maret 2026 - 15:37 WIB

Menuju Porprov Jatim 2027, KONI dan IMI Lumajang Genjot Latihan Atlet Road Race

9 Maret 2026 - 09:58 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga