Penghapusan Label Keluarga Miskin oleh Pemerintah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 7 Agu 2025 04:54 WIB ·

Bupati Lumajang Izinkan Warga Hapus Label “Keluarga Miskin”, Tegaskan Penghormatan Martabat Sosial


 Bupati Lumajang Izinkan Warga Hapus Label “Keluarga Miskin”, Tegaskan Penghormatan Martabat Sosial Perbesar

Langkah Berani Demi Menghapus Stigma

Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah progresif dengan memperbolehkan warga penerima bantuan sosial menghapus tulisan “keluarga miskin” di dinding rumah mereka. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat sosial warga.

“Silakan hapus sendiri tulisan itu. Sambil berdoa, semoga Allah menghapus juga kemiskinan dari keluarga kita dan menggantinya dengan kemandirian serta rezeki yang lebih baik,” ujar Bunda Indah saat menghadiri Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) di Dusun Sidodadi, Desa Gucialit, Selasa (5/8/2025).

Akhiri Labelisasi yang Memicu Stigma

Tulisan “keluarga miskin” pertama kali diberlakukan sejak tahun 2019. Tujuannya adalah untuk membantu proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Namun, dalam praktiknya, banyak warga merasa terbebani secara psikologis oleh label tersebut.

Kini, Bunda Indah menegaskan bahwa bantuan sosial tidak boleh mengorbankan harga diri.

“Kita bantu karena negara hadir untuk rakyatnya. Tapi jangan sampai label itu meruntuhkan harga diri. Sekarang saatnya kita arahkan mereka untuk bangkit dan mandiri,” tegasnya.

Mendorong Kemandirian Lewat Pendekatan Bermartabat

Dengan kebijakan ini, Pemkab Lumajang berharap masyarakat tidak lagi menganggap kemiskinan sebagai identitas tetap. Sebaliknya, mereka diharapkan bangkit dan membangun kemandirian ekonomi secara bertahap.

Langkah ini juga sejalan dengan semangat pemberdayaan sosial yang terus digencarkan, terutama melalui program P2K2. Melalui pelatihan, pendampingan usaha, dan pendekatan holistik, pemerintah ingin menciptakan lingkungan sosial yang mendorong warga menjadi produktif dan percaya diri.

Dari Bantuan Menuju Kemandirian

Pendekatan yang dilakukan Bunda Indah tidak semata administratif, namun menyentuh nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual. Ia mengajak warga agar memaknai penghapusan tulisan tersebut sebagai langkah awal menuju perubahan nasib.

Dengan menghapus tulisan di dinding, masyarakat diajak menghapus batas dalam pikirannya. Pemerintah pun berkomitmen terus mendampingi mereka hingga benar-benar mandiri secara ekonomi dan sosial.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Dorong Solusi Aset Tak Terpakai Lewat Raperda Baru

6 Mei 2026 - 10:39 WIB

Optimalisasi Aset Daerah, DPRD Lumajang Targetkan PAD Meningkat

6 Mei 2026 - 10:31 WIB

PDI Perjuangan: Raperda GAKI Penting untuk Masa Depan Generasi Lumajang

6 Mei 2026 - 09:07 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perda GAKI, 40 Desa Mandiri Garam Jadi Dasar Penguatan

6 Mei 2026 - 08:34 WIB

Ratih Damayanti, Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Keagamaan

5 Mei 2026 - 21:01 WIB

Bupati Lumajang Dorong Peran Organisasi Keagamaan Perkuat Ekonomi dan Sosial Umat

5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Trending di Daerah