Perhutani: Penebangan Kayu di Petak 2 Dilakukan Tanpa Izin Resmi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Kriminal · 28 Agu 2025 19:47 WIB ·

Perhutani: Penebangan Kayu di Petak 2 Dilakukan Tanpa Izin Resmi


 Perhutani: Penebangan Kayu di Petak 2 Dilakukan Tanpa Izin Resmi Perbesar

Lumajang, – Perhutani menyatakan bahwa aksi penebangan kayu yang terjadi di kawasan hutan Petak 2, RPH Besuk Sat, BKPH Senduro, Kabupaten Lumajang, dilakukan tanpa prosedur dan izin resmi.

Satu orang pelaku diamankan beserta satu unit truk bermuatan kayu, yang diduga kuat merupakan hasil ilegal logging.

Penangkapan dilakukan setelah petugas Perhutani bersama anggota Polsek Candipuro menindaklanjuti laporan warga soal aktivitas mencurigakan di Desa Sumber Mujur.

Saat mendatangi rumah salah satu terduga pelaku bernama Tarimin, petugas menemukan sejumlah pekerja yang tengah beristirahat usai memuat kayu ke atas truk.

Tak jauh dari lokasi, petugas gabungan berhasil menghentikan tiga unit truk yang tengah mengangkut kayu jenis sengon, jabon, hingga waru gunung. Truk-truk tersebut diduga akan membawa kabur kayu dari kawasan hutan milik negara.

Baca juga: Penangkapan Pelaku Ilegal Logging di Lumajang Picu Ketegangan dengan Warga

Kepala KPH Probolinggo, Ahmad Faizal, menegaskan bahwa penebangan tersebut tidak dilakukan melalui jalur resmi, seperti perjanjian kerja sama atau pembagian hasil dengan pihak Perhutani.

Baca juga: 2.608 Personel Diterjunkan Untuk Amankan Aksi Massa di Surabaya

“Kami mengamankan satu unit truk bermuatan kayu kira-kira 6 kubik ke Polres Lumajang serta satu orang pelaku ilegal logging diamankan petugas Polsek Candipuro ke Polres Lumajang,” katanya, Kamis (28/8/25).

Di sisi lain, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Semeru, Junaedi, menyayangkan langkah penindakan yang dilakukan terhadap anggotanya.

Ia menyebut warga telah menanam pohon secara mandiri sejak lama dan merasa berhak untuk memanen hasilnya.

Namun, Junaedi mengakui bahwa belum ada koordinasi atau kesepakatan resmi terkait proses penebangan dengan pihak Perhutani.

“Dulu saat orang menanam dibiarkan, begitu panen ditangkap. Jadi kasihan masyarakat dong. Kita memang belum sempat koordinasi terkait penebangan ini,” jelasnya.

Perhutani menilai alasan tersebut tidak dapat membenarkan aktivitas penebangan tanpa izin. Pasalnya, kawasan hutan tersebut merupakan milik negara, dan setiap aktivitas di dalamnya wajib melalui mekanisme legal yang berlaku, termasuk kerja sama dengan pihak pengelola hutan.

Artikel ini telah dibaca 102 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rp70 Juta Hasil Jual Emas Rampokan Dibagi Rata, Polisi Ungkap Peran Pelaku di Lumajang

19 Juni 2026 - 21:10 WIB

Kerugian Rp15 Juta, PLN Kehilangan Kabel Aktif di Tangan Pegawai Sendiri

19 Juni 2026 - 20:20 WIB

Teror Digital di Lumajang: Ancaman Pembunuhan Disertai Penyebaran Identitas Korban

19 Juni 2026 - 18:19 WIB

Temuan Sidak Mengejutkan, 3.115 Botol Miras Berbagai Merek Disita di Lumajang

17 Juni 2026 - 14:29 WIB

Dari Ajakan Membahas Tugas Sekolah hingga Laporan Polisi, Ada Apa di SD Nguter 05?

15 Juni 2026 - 17:28 WIB

Laporan Warga Berujung Sidak, Tiga Toko Miras Tanpa Izin Diperiksa

14 Juni 2026 - 22:35 WIB

Trending di Kriminal