Perhutani: Penebangan Kayu di Petak 2 Dilakukan Tanpa Izin Resmi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kriminal · 28 Agu 2025 19:47 WIB ·

Perhutani: Penebangan Kayu di Petak 2 Dilakukan Tanpa Izin Resmi


 Perhutani: Penebangan Kayu di Petak 2 Dilakukan Tanpa Izin Resmi Perbesar

Lumajang, – Perhutani menyatakan bahwa aksi penebangan kayu yang terjadi di kawasan hutan Petak 2, RPH Besuk Sat, BKPH Senduro, Kabupaten Lumajang, dilakukan tanpa prosedur dan izin resmi.

Satu orang pelaku diamankan beserta satu unit truk bermuatan kayu, yang diduga kuat merupakan hasil ilegal logging.

Penangkapan dilakukan setelah petugas Perhutani bersama anggota Polsek Candipuro menindaklanjuti laporan warga soal aktivitas mencurigakan di Desa Sumber Mujur.

Saat mendatangi rumah salah satu terduga pelaku bernama Tarimin, petugas menemukan sejumlah pekerja yang tengah beristirahat usai memuat kayu ke atas truk.

Tak jauh dari lokasi, petugas gabungan berhasil menghentikan tiga unit truk yang tengah mengangkut kayu jenis sengon, jabon, hingga waru gunung. Truk-truk tersebut diduga akan membawa kabur kayu dari kawasan hutan milik negara.

Baca juga: Penangkapan Pelaku Ilegal Logging di Lumajang Picu Ketegangan dengan Warga

Kepala KPH Probolinggo, Ahmad Faizal, menegaskan bahwa penebangan tersebut tidak dilakukan melalui jalur resmi, seperti perjanjian kerja sama atau pembagian hasil dengan pihak Perhutani.

Baca juga: 2.608 Personel Diterjunkan Untuk Amankan Aksi Massa di Surabaya

“Kami mengamankan satu unit truk bermuatan kayu kira-kira 6 kubik ke Polres Lumajang serta satu orang pelaku ilegal logging diamankan petugas Polsek Candipuro ke Polres Lumajang,” katanya, Kamis (28/8/25).

Di sisi lain, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Semeru, Junaedi, menyayangkan langkah penindakan yang dilakukan terhadap anggotanya.

Ia menyebut warga telah menanam pohon secara mandiri sejak lama dan merasa berhak untuk memanen hasilnya.

Namun, Junaedi mengakui bahwa belum ada koordinasi atau kesepakatan resmi terkait proses penebangan dengan pihak Perhutani.

“Dulu saat orang menanam dibiarkan, begitu panen ditangkap. Jadi kasihan masyarakat dong. Kita memang belum sempat koordinasi terkait penebangan ini,” jelasnya.

Perhutani menilai alasan tersebut tidak dapat membenarkan aktivitas penebangan tanpa izin. Pasalnya, kawasan hutan tersebut merupakan milik negara, dan setiap aktivitas di dalamnya wajib melalui mekanisme legal yang berlaku, termasuk kerja sama dengan pihak pengelola hutan.

Artikel ini telah dibaca 105 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari RT hingga Kampus, Kekerasan Seksual di Lumajang Menghadapi Satu Masalah: Takut Melapor

18 September 2026 - 11:57 WIB

Satu Komponen Hilang, Penerangan Jalan Nogosari Lumajang Terganggu

17 September 2026 - 15:22 WIB

Usai Membacok Korban, Terlapor Kabur: Polisi Amankan Scoopy Putih di Kasus Tempursari

17 September 2026 - 10:36 WIB

Jambret di Salon Hilda, Pelaku Sempat Dimassa Warga Sebelum Dievakuasi Polisi ke Rumah Sakit

14 September 2026 - 12:06 WIB

12 Hari Tumpas Narkoba di Lumajang: 23 Kasus, 29 Tersangka, 172,62 Gram Sabu

2 September 2026 - 14:20 WIB

Dua Hari Dianiaya di Gardu dan Sawah, Anak di Lumajang Diancam Dihabisi Jika Lapor Polisi

27 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Trending di Kriminal