Tangis Pecah di Sidoarjo, Tiga Santri Ponpes Al-Khoziny Tewas dalam Tragedi Musala Roboh - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 30 Sep 2025 13:59 WIB ·

Tangis Pecah di Sidoarjo, Tiga Santri Ponpes Al-Khoziny Tewas dalam Tragedi Musala Roboh


 Tangis Pecah di Sidoarjo, Tiga Santri Ponpes Al-Khoziny Tewas dalam Tragedi Musala Roboh Perbesar

Sidoarjo, – Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, setelah musala di lingkungan ponpes tersebut roboh saat ratusan santri tengah melaksanakan ibadah salat berjamaah, Senin (29/9/25) sore.

Tragedi ini menewaskan tiga santri dan melukai puluhan lainnya.

Korban meninggal pertama yang berhasil dievakuasi adalah Mualana Sefian Ibrahim, santri asal Kalinayar, Pabean Cantian, Kota Surabaya. Jenazahnya langsung dibawa ke RSI Siti Hajar Sidoarjo pada hari kejadian.

Dua korban lainnya sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Notopuro Sidoarjo, namun akhirnya meninggal dunia karena luka parah yang diderita.

Baca juga: Turis Cina Cedera di Tumpak Sewu, diurut Sangkal Putung Lumajang

Mereka adalah Mochammad Mashudulhaq (14), warga Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya, dan Muhammad Soleh (22), santri asal Bangka Belitung.

“Tadi pagi pasien tinggal dua di IGD dalam zona merah, dan keduanya meninggal dunia,” kata Direktur Utama RSUD Notopuro Sidoarjo, Atok Irawan, Selasa (30/9/25).

Baca juga: 3 Segmen Anak Putus Sekolah Jadi Fokus: DO, LTM, dan BPB Capai 14.190 Anak di Lumajang

Menurut data rumah sakit, total ada 40 korban yang sempat dirawat. Sebanyak 38 di antaranya mengalami luka, sementara 3 meninggal dunia. Dari jumlah korban luka, 8 orang masih dalam perawatan intensif hingga berita ini diturunkan.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan insiden terjadi saat proses pengecoran lantai atas musala sedang berlangsung. Diduga, struktur bangunan tak mampu menahan beban dan akhirnya ambruk secara tiba-tiba sekitar pukul 15.35 WIB.

Baca juga: Tragedi di Sidoarjo, Atap Ponpes Ambruk Saat Santri Salat, 1 Tewas, Puluhan Luka

“Saat itu santri sedang salat berjamaah di lantai bawah, dan lantai atas sedang dicor sejak pagi,” jelasnya.

Petugas medis dari berbagai rumah sakit dikerahkan ke lokasi. RSUD Notopuro sendiri telah menyiapkan tambahan tim dokter bedah dan anestesi, baik untuk penanganan di lokasi maupun di ruang perawatan rumah sakit.

“Kami kirim tim medis ke TKP dan standby di rumah sakit. Ada dokter bedah, anestesi, serta tambahan perawat,” kata Atok.

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah