Bupati Lumajang: Mutasi ASN Adalah Uji Coba - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 16 Okt 2025 17:32 WIB ·

Bupati Lumajang: Mutasi ASN Adalah Uji Coba


 Bupati Lumajang: Mutasi ASN Adalah Uji Coba Perbesar

Lumajang – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa mutasi aparatur sipil negara (ASN) yang dilakukannya baru-baru ini bukan merupakan bentuk hukuman atau sanksi.

Sebaliknya, mutasi ini adalah langkah awal dalam bentuk uji coba formasi baru untuk menjawab tantangan birokrasi modern yang menuntut kecepatan, efisiensi, dan adaptasi tinggi.

“Ini mutasi pertama dan sifatnya uji coba. Saya ingin mencari formasi yang bisa diajak berlari lebih cepat. Jadi bukan hukuman, tapi strategi,” tegas Bupati Indah dalam keterangannya, Kamis (16/10/2025).

Baca juga: Jumlah Penumpang Naik 40 Persen, Stasiun Lumajang Catat Lonjakan Wisatawan Usai Rebranding

Menurutnya, tantangan yang dihadapi birokrasi saat ini semakin kompleks. ASN tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengalaman atau masa kerja lama. Dibutuhkan mental kerja yang siap menghadapi dinamika perubahan dan tekanan target kinerja.

“Saya tidak sedang mencari siapa yang paling lama bekerja. Saya mencari siapa yang bisa mengikuti ritme kerja yang cepat dan tepat. Karena kalau masih pakai mindset lama, kita tidak akan maju,” tambahnya.

Indah bahkan menyinggung pengalaman pribadinya saat ia dipindahkan dari latar belakang akademis sebagai insinyur pertanian ke jabatan Kepala Keuangan di tahun 2003. Meski awalnya tidak memiliki dasar di bidang itu, ia memilih untuk belajar dan membuktikan kemampuan.

Baca juga: 51 Kebakaran Terjadi Selama September, Surabaya Waspada Musim Panas Ekstrem

“Saya tidak menolak. Saya tidak mau jadi pecundang. Enam bulan saya belajar sendiri, dan tahun berikutnya laporan keuangan kami sudah berbasis akuntansi. Hasilnya? Lumajang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” katanya.

Indah menekankan semangat untuk belajar dan beradaptasi adalah hal yang ingin ia tanamkan kepada para ASN di lingkungan Pemkab Lumajang.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa tidak semua pejabat bisa diajak berlari dalam kecepatan yang ia harapkan. Ada yang sudah terlalu lama di zona nyaman sehingga sulit bergerak cepat.

“Yang sudah 10 tahun lebih kadang susah diajak lari dengan speed 5. Saya sudah turunkan jadi speed 3, tapi masih banyak yang belum bisa. Ini soal mental dan semangat, bukan hanya soal posisi,” jelasnya.

Mutasi ini juga belum sepenuhnya rampung. Beberapa posisi masih kosong dan akan segera dibuka melalui proses assessment terbuka untuk mencari figur-figur ASN yang siap bekerja dengan semangat baru.

“Mutasi ini saya harapkan bisa memberi efek guncangan yang positif. Agar semua bangun, sadar, dan siap berubah. Karena birokrasi tidak bisa berjalan dengan pola lama,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan, Warga Bisa Dapat Sertifikasi Resmi

5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Tekan Kebocoran, Pajak Pasir Lumajang Kini Dibayar Langsung Lewat Bank

5 Februari 2026 - 14:32 WIB

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Trending di Daerah