Curah Hujan Tinggi dan Pendangkalan Sungai, Bupati Lumajang Minta Warga Tetap Waspada - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 1 Nov 2025 09:49 WIB ·

Curah Hujan Tinggi dan Pendangkalan Sungai, Bupati Lumajang Minta Warga Tetap Waspada


 Curah Hujan Tinggi dan Pendangkalan Sungai, Bupati Lumajang Minta Warga Tetap Waspada Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengimbau warga agar tetap waspada menghadapi potensi banjir susulan di wilayah Kecamatan Jatiroto.

Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis malam (30/10/2025) mengakibatkan dua desa di kawasan tersebut, yakni Rojopolo dan Kaliboto Kidul, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Sedikitnya 1.225 rumah warga terdampak akibat luapan air sungai yang melintas di wilayah itu. Banjir terparah terjadi di Desa Rojopolo dengan 1.185 rumah terendam, sementara di Desa Kaliboto Kidul sebanyak 40 rumah ikut terdampak.

Baca juga:Respons Cepat Bupati Lumajang, Kirim Air Bersih dan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir

Genangan air merendam kawasan padat penduduk dan menyebabkan kerusakan pada perabotan rumah tangga serta barang berharga milik warga.

Bupati Indah menjelaskan, penyebab utama banjir disebabkan oleh pendangkalan sungai yang belum sepenuhnya dinormalisasi.

“Sebenarnya daerah ini sudah lima tahun tidak banjir. Namun karena ada pendangkalan sungai dan belum seluruh aliran dinormalisasi, akhirnya air meluap,” katanya, Sabtu (1/11/2025).

Baca juga:ASN dan SPBU yang Nakal Waspada! Bupati Lumajang Gunakan Media sebagai Alarm Publik

Menurut Indah, pemerintah daerah telah bekerja sama dengan Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur untuk melanjutkan program normalisasi sungai. Dari total kebutuhan sekitar 6,4 kilometer, baru sekitar 3,4 kilometer yang berhasil dikerjakan.

“Masih ada sekitar tiga kilometer yang perlu segera dinormalisasi. Kami sudah mengusulkan ke pihak provinsi agar bisa dituntaskan, karena sungai ini merupakan aset milik provinsi,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa air bersih dan makanan siap saji untuk warga terdampak.

“Air mineral untuk minum, air bersih untuk mandi, dan nasi bungkus sudah kami kirim karena warga belum bisa beraktivitas memasak,” tutur Indah.

Selain penanganan darurat, pihaknya juga mulai melakukan pembersihan sungai dari ganggang, sampah, dan batang kayu yang terbawa arus banjir. Alat berat telah dikerahkan untuk memperlancar aliran air agar tidak kembali meluap.

Indah mengingatkan, intensitas hujan di wilayah Lumajang masih cukup tinggi sehingga warga diminta tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan. “Kami minta masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Sekarang hujan terus-menerus, jadi semua harus siap siaga,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Indah, juga merespons cepat dengan mengirimkan bantuan alat berat dan melakukan rehabilitasi sejumlah infrastruktur yang rusak.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur atas perhatian dan bantuan cepatnya. Lumajang ini memang termasuk kabupaten dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Agus Setiawan Ungkap Proyek di Lumajang Sempat Dikuasai Pengusaha Luar Daerah

11 April 2026 - 17:03 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Lumajang, Pertamina Tambah Pasokan 45 Persen

10 April 2026 - 19:09 WIB

Bukti Penimbunan LPG 3 Kg Diumbar ke Kapolres, Bupati Lumajang Beri Ultimatum Pangkalan

9 April 2026 - 10:38 WIB

Bupati Lumajang Kantongi Bukti Pelanggaran LPG, Pertamina Diminta Tutup Pangkalan Nakal

9 April 2026 - 09:59 WIB

Zoom Darurat LPG, Agen dan Pangkalan Diperingatkan, Harga Tak Boleh Diutak-atik

9 April 2026 - 09:51 WIB

Korban Hilang Baru Dilaporkan Setelah 3 Hari, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

8 April 2026 - 13:48 WIB

Trending di Daerah